Hadapi Musim Hujan, Arya Wibawa Perkuat Koordinasi Perbekel dan Lurah di Denpasar

0
37
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Rapat Koordinasi Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar di Kantor Lurah Sesetan, Senin (2/11/2026). Ist.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Denpasar, perbekel, lurah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi potensi bencana saat musim penghujan. Selain kesiapsiagaan menghadapi banjir dan angin kencang, koordinasi juga diarahkan untuk mempercepat perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Arya Wibawa saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar di Kantor Lurah Sesetan, Senin (2/11/2026).

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar I Wayan Yusswara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar IB Made Purwanasara, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra, pimpinan OPD terkait, serta seluruh perbekel dan lurah se-Kota Denpasar.

Arya Wibawa menjelaskan, pertemuan lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program pemerintah daerah.

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah hingga aparat pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan. Langkah antisipasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi genangan, banjir, angin kencang, dan bencana lainnya dapat ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi.

“Saat ini Kota Denpasar mulai memasuki musim penghujan. Meski berbagai langkah preventif telah dilaksanakan, penting bagi kita bersama untuk tetap siap siaga serta terus mengoptimalkan koordinasi dan kolaborasi,” ujar Arya Wibawa.

Arya Wibawa menyebutkan, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan oleh OPD Pemkot Denpasar, perbekel, lurah, maupun pemerintah pusat. Upaya tersebut antara lain pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, penggelontoran gorong-gorong, serta penanganan sampah di saluran air.

Meski demikian, upaya pencegahan perlu terus diperkuat melalui pemantauan kondisi lingkungan dan pengawasan terhadap titik-titik yang berpotensi menimbulkan persoalan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Ia mengapresiasi kinerja perbekel dan lurah yang selama ini turut berperan dalam penanganan berbagai persoalan di wilayah masing-masing. Ke depan, koordinasi diharapkan semakin intensif, khususnya dalam memantau potensi genangan dan menindaklanjuti keberadaan lokasi pembuangan sampah ilegal.

“Tentu, pada prinsipnya kami mengapresiasi kinerja Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar yang telah bekerja optimal di berbagai sektor. Ke depan, kami berharap sinergi terus diperkuat melalui pemantauan dan pengawasan terhadap potensi genangan serta titik-titik pembuangan sampah ilegal, mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan,” ujarnya.

Penguatan langkah preventif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat wilayah sekaligus mendukung penanganan persoalan lingkungan secara lebih efektif.

Baca Juga:  Sektor Horeka dan DTW Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri

Selain kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, rapat koordinasi juga membahas percepatan realisasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu.

Arya Wibawa menegaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah strategis Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dalam pelaksanaannya, perbekel dan lurah memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Informasi mengenai kondisi tempat tinggal dan kebutuhan warga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung ketepatan sasaran program.

“Perbekel/Lurah merupakan garda terdepan yang mengetahui secara langsung kondisi masyarakat di wilayahnya. Karena itu, kami berharap peran aktif dalam mengawal pelaksanaan program ini agar tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkot Denpasar berharap pelaksanaan program perbaikan RTLH dapat berjalan lebih optimal, dengan dukungan pemerintah desa dan kelurahan dalam mengawal kebutuhan serta kondisi warga yang memerlukan bantuan.

Sementara itu, Ketua Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar I Gede Wijaya Saputra mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Denpasar dalam rapat koordinasi tersebut.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang komunikasi bagi perbekel dan lurah untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung, sehingga dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari perangkat daerah terkait.

Baca Juga:  Made Westra Resmi Gantikan Suadi Putra, Dilantik sebagai Anggota DPRD Denpasar

“Kita bersyukur, berbagai permasalahan di desa dan kelurahan telah disampaikan oleh rekan-rekan Perbekel/Lurah dan mendapat perhatian langsung dari Bapak Wawali untuk ditindaklanjuti. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kemajuan Kota Denpasar,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara pemerintah kota, perangkat daerah, serta pemerintahan desa dan kelurahan. Dengan koordinasi yang berkelanjutan, upaya menghadapi musim penghujan, mencegah potensi bencana, menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here