Sektor Horeka dan DTW Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri

0
59
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster serangkaian sosialisasi bagi pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5).

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak mengoptimalkan penanganan sampah di berbagai sektor. Kali ini, melalui Dinas Pariwisata, Pemkot Denpasar mengumpulkan pelaku usaha Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung pengolahan sampah berbasis sumber.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5), tersebut menjadi momentum penguatan komitmen sektor Horeka dan DTW dalam mewujudkan pengolahan sampah mandiri demi mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster; Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara; Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Kepala Pusdal LH Bali Nusra, Ni Nyoman Santi; Kasubdit Penegakan Peraturan Lingkungan Hidup Kementerian LH, Antonius Sarjanto; pimpinan OPD; stakeholder; serta undangan lainnya.

General Manager Prama Sanur Beach Hotel, I.G.B. Surya Candra Sasmita, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor Horeka dan DTW memiliki komitmen kuat dalam mendukung penanganan sampah. Terlebih, sebagai elemen penting pariwisata, sektor Horeka dan DTW rata-rata telah memiliki standar pengolahan limbah, meski masih perlu terus dioptimalkan.

Baca Juga:  Angkat Tema Edu Green, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Denpasar Education Festival 2026

Menurut Gung Surya, komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai standar dan pengakuan yang telah dimiliki pelaku usaha pariwisata, seperti sertifikasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award yang berkaitan erat dengan isu lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.

“Tentunya kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dan komitmen dalam mendukung penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan terima kasih atas dukungan para pelaku usaha dan pimpinan sektor Horeka serta DTW dalam penanganan persampahan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Lebih lanjut dijelaskan, sektor Horeka dan DTW saat ini menjadi salah satu penyokong perekonomian Denpasar. Karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk mendukung terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

Jaya Negara menambahkan, Pemkot Denpasar terus menggenjot pengolahan sampah berbasis sumber dengan menyasar berbagai sektor. Upaya ini memerlukan komitmen, kolaborasi, dan dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama pimpinan di sektor Horeka dan DTW. Ke depan, Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan skema seperti CHSE. Semoga upaya ini dapat mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar, Jaya Negara Tekankan Pelayanan Humanis dan Responsif

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha hotel, restoran, kafe, dan DTW yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah di Bali saat ini menjadi isu serius yang harus ditangani bersama.

Menurut Koster, sektor pariwisata, khususnya Horeka, memiliki kontribusi besar terhadap timbulan sampah. Karena itu, pelaku usaha pariwisata harus mengambil peran aktif dalam membangun sistem pengelolaan sampah mandiri di lingkungan usaha masing-masing.

Ia juga menyebut bahwa langkah pemetaan dan pengelolaan sampah yang telah dilakukan pemerintah daerah perlu terus diperkuat, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Koster mengaku terus memantau secara ketat perkembangan pengelolaan sampah di Bali, termasuk di Kota Denpasar.

“Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat. Kami juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang sudah di atas 80 persen,” ujarnya.

Gubernur Koster menekankan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab besar karena menjadi ibu kota Provinsi Bali. Selain itu, sektor hotel dan restoran masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Ia juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang telah mengalami kelebihan kapasitas dan menimbulkan persoalan lingkungan. Karena itu, pola lama pengelolaan sampah harus segera ditinggalkan dan diganti dengan sistem yang lebih bertanggung jawab sejak dari sumber.

“Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan,” tegasnya.

Koster meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usaha masing-masing. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di hotel tidak boleh hanya mengandalkan dana CSR, melainkan harus menjadi bagian dari anggaran operasional usaha.

Usai memberikan arahan kepada pelaku sektor Horeka dan DTW, Gubernur Wayan Koster didampingi Wali Kota Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Arya Wibawa turut meninjau stan inovasi dan kreativitas siswa Kota Denpasar dalam kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here