Wagub Giri Prasta Tinjau Longsor di Pelaga, Pencarian Dua Korban Jadi Prioritas

0
1041
Foto: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan jajaran terkait meninjau lokasi tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Senin (2/11/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Senin (2/11/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian dua orang yang dilaporkan masih hilang berjalan optimal sekaligus memperkuat koordinasi penanganan bencana.

Dalam peninjauan tersebut, keduanya didampingi anggota DPRD Kabupaten Badung Made Bima Nata. Bencana yang terjadi setelah hujan deras itu mengakibatkan tanah longsor disertai aliran air deras yang menerjang kawasan akomodasi wisata.

Giri Prasta menegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Ia meminta seluruh unsur terkait mengoptimalkan pencarian korban dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas, mengingat kondisi medan dan cuaca masih berpotensi membahayakan.

“Ketika berbicara masalah bencana, yang pertama harus kita lihat adalah sisi kemanusiaan. Sesuai laporan manajemen yang ada di sini, terdapat dua warga yang belum ditemukan akibat tanah longsor ini. Karena itu, kami bersama seluruh tim memastikan proses pencarian dilakukan secara optimal,” tegas Giri Prasta.

Baca Juga:  Jelang PKB ke-48, Wali Kota Jaya Negara Pantau Kesiapan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polri, Brimob, dan TNI. Petugas melakukan penyisiran di sekitar titik longsor hingga kawasan hilir untuk mencari dua orang yang belum ditemukan.

Untuk mendukung proses pencarian, dilakukan pula pengaturan debit air melalui penutupan bendung di bagian utara kawasan. Langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan petugas sekaligus membantu proses pembersihan material longsor.

Giri Prasta menjelaskan, pencarian diprioritaskan pada area yang tertimbun material longsor. Apabila kedua korban belum ditemukan di lokasi tersebut, penyisiran akan dilanjutkan sepanjang aliran air dari kawasan hilir menuju titik kejadian.

“Harapan kami, kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, apa pun kondisinya, tim sudah bersiap dan akan terus melakukan upaya pencarian,” ujarnya.

Terkait durasi operasi, Giri Prasta menyampaikan bahwa pencarian dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Evaluasi akan dilakukan setelah tujuh hari dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, perkembangan pencarian, serta permintaan keluarga korban.

Ia juga mengapresiasi kesigapan seluruh petugas dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, menurutnya, harus tetap menjadi perhatian selama proses pencarian berlangsung.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan keprihatinan atas bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Pelaga. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap keamanan akomodasi wisata, khususnya destinasi berbasis alam di wilayah Badung Utara.

Menurut Adi Arnawa, pengembangan pariwisata alam dan agrowisata perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta potensi kerawanan bencana. Keselamatan wisatawan, pekerja, dan masyarakat sekitar harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi.

“Berangkat dari kejadian ini, tentu kami akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, meskipun dari sisi perizinan sudah ada pengaturan dan proses yang telah ditempuh. Namun demikian, evaluasi tetap perlu dilakukan agar tidak kembali menimbulkan korban, baik di lokasi ini maupun di tempat lainnya di Badung,” tegas Adi Arnawa.

Evaluasi tersebut akan diarahkan pada kondisi lingkungan, aspek keamanan kawasan, serta kesiapsiagaan pengelola dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana. Pemerintah Kabupaten Badung juga mengapresiasi sinergi Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

Baca Juga:  Jineng dan Entil Resmi Dapat HAKI, Sanjaya Tegaskan Ini Jati Diri dan Kekuatan Ekonomi Tabanan

Penanganan longsor di Pelaga juga menjadi perhatian terhadap pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari pencarian dan pertolongan korban hingga langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bencana serupa.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung penanganan darurat sekaligus memperkuat mitigasi, terutama di kawasan yang memiliki potensi kerawanan longsor.

Selain memprioritaskan pencarian dua orang yang dilaporkan hilang, pemerintah mendorong peningkatan kesiapsiagaan dan pengawasan keamanan destinasi wisata berbasis alam. Pengelolaan pariwisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan destinasi, tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan dan keselamatan pengunjung.

Melalui koordinasi pemerintah daerah, aparat keamanan, tim pencarian dan pertolongan, pengelola wisata, serta masyarakat, penanganan bencana di Pelaga diharapkan berjalan efektif. Evaluasi pascabencana juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan mencegah jatuhnya korban dalam kejadian serupa pada masa mendatang.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here