Ny. Antari Jaya Negara Buka Sosialisasi Stunting, Perkuat Peran Kader PKK di Masyarakat

0
47
Foto: Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara didampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka Sosialisasi Percepatan Penurunan Angka Stunting yang digelar Pokja IV TP PKK Kota Denpasar di Gedung Santi Graha, Denpasar, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kapasitas kader dalam edukasi dan pendampingan keluarga untuk mencegah stunting. Ist.

Tekankan Kolaborasi dan Pendampingan Keluarga untuk Percepatan Penurunan Stunting

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, menegaskan pentingnya kolaborasi dan penguatan peran kader dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Percepatan Penurunan Angka Stunting yang dilaksanakan Pokja IV TP PKK Kota Denpasar di Gedung Santi Graha Kota Denpasar, Senin (31/8).

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Antari Jaya Negara didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.

Sosialisasi menjadi salah satu langkah TP PKK Kota Denpasar untuk memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan peran pendampingan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting.

BACA JUGA:

| Bali Raih Dua Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Koster: Rp3,5 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Ny. Antari Jaya Negara mengatakan, percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan pemerintah, kader, keluarga, serta masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader dapat menjadi penghubung dalam menyampaikan edukasi mengenai kesehatan, gizi, pola asuh, serta pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak.

“Para kader harus terus bergerak dan bersinergi dengan pemerintah. Upaya penurunan stunting tidak dapat dilakukan sendiri, namun membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama mulai dari tingkat keluarga hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader TP PKK untuk meningkatkan koordinasi serta mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Ny. Antari menekankan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini. Langkah tersebut antara lain melalui penerapan pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan pengetahuan orang tua dan keluarga.

Menurutnya, penguatan pemahaman kader menjadi penting agar pesan-pesan tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat secara tepat.

Dengan demikian, kader tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dapat melakukan pendampingan dan mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga.

Sementara itu, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang digelar Pokja IV TP PKK Kota Denpasar tersebut.

BACA JUGA:

| Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan Rp700 Juta untuk Korban Gempa NTT

Ia menilai sinergi antara organisasi wanita, kader PKK, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program percepatan penurunan stunting berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen dan kapasitas para kader dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat, sehingga upaya mewujudkan keluarga sehat dan generasi yang berkualitas di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas kader dan kolaborasi lintas sektor, TP PKK Kota Denpasar berharap upaya pencegahan stunting dapat semakin efektif dan menyentuh langsung keluarga sebagai lingkungan pertama dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here