
DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Kebakaran melanda sebuah gudang rongsokan sekaligus tempat tinggal semi permanen di Jalan Nakula Gang Jatayu II, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.30 WITA.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, Made Tirana, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan awal, bangunan yang terbakar memiliki luas kurang lebih 3.000 meter persegi.
“Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui. Petugas bersama unsur terkait masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak kejadian,” ujar Made Tirana dalam keterangannya, (2/9/2026), dihubungi awak media melalui sambungan seluler.
Kebakaran tersebut berdampak terhadap 22 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 62 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat 42 orang dewasa dan 20 balita.
BACA JUGA:
| Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Karya Agung Pitra Yadnya Desa Adat Jimbaran
Lokasi terdampak berada di Jalan Nakula Gang Jatayu II, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat.
Made Tirana mengatakan, setelah kejadian, dilakukan asesmen serta kaji cepat di lokasi untuk mengetahui kondisi dan dampak kebakaran.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.
“Langkah yang dilakukan antara lain asesmen dan kaji cepat di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pendataan warga terdampak, serta menyiapkan bantuan logistik,” jelasnya.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial juga menyiapkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran.
Bantuan yang disiapkan dari gudang logistik Dinas Sosial Kota Denpasar meliputi 42 kasur lipat, 42 family kit, 20 kid ware, serta 10 lembar terpal.
BACA JUGA:
| Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Hari Pramuka ke-65, Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak sesuai hasil pendataan di lapangan.
Penanganan kejadian kebakaran tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, BPBD Kota Denpasar, Dinas Sosial Kota Denpasar, hingga unsur kepolisian.
Selain itu, turut terlibat jajaran Pemerintahan Desa Pemecutan Klod, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pemecutan Klod, serta Tagana Denpasar.
Made Tirana menegaskan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan dan bantuan yang diperlukan.
“Kebakaran ada di batas wilayah antara Denpasar dan Badung, dan Kota Denpasar yang lebih besar dampak kebakarannya,” tambahnya.
Hingga laporan awal tersebut disampaikan, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih menunggu hasil penanganan serta informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Editor: Tim Redaksi


