WNA Rusia Dilaporkan Hilang di Tanjung Mebulu Ditemukan Meninggal Dunia

0
1027
Foto: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah WNA asal Rusia yang ditemukan di bawah tebing kawasan Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (26/9/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Operasi pencarian seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang dilaporkan hilang di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, berakhir setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (26/9/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebelumnya menerima laporan mengenai dugaan hilangnya seorang WNA di kawasan tersebut pada Sabtu pagi. Laporan diterima setelah sebuah sepeda motor milik korban diketahui masih terparkir selama seharian di sekitar lokasi.

Baca Juga:  GKW Swara Ratna Kencana Duta Denpasar Tampil Memukau di PKB XLVIII

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dan pemantauan di sekitar area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Sekitar pukul 10.00 Wita, tim berkoordinasi dengan Polair Polresta Denpasar dan kemudian menemui Kepala Lingkungan Desa Pecatu untuk memperoleh informasi mengenai kondisi serta karakteristik wilayah sekitar lokasi kejadian.

Upaya pencarian kemudian dilakukan melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal sekitar pukul 11.45 Wita di area pinggir tebing.

Namun, hasil pemantauan awal belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sekitar lima menit kemudian, tim SAR menerima informasi dari masyarakat yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi. Setelah dilakukan penelusuran, masyarakat menemukan jenazah di bawah tebing, di antara bebatuan.

Masyarakat kemudian menggunakan drone untuk memastikan posisi korban dari jarak yang lebih dekat sebelum proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Setelah posisi korban dipastikan, sekitar pukul 13.10 Wita tim bergerak menuju lokasi penemuan melalui jalur Pantai Nyang-Nyang.

Medan yang terjal dan dipenuhi bebatuan menjadi tantangan dalam proses evakuasi. Selain kondisi medan, tim juga menghadapi kendala air pasang yang menyebabkan proses evakuasi harus menunggu kondisi air memungkinkan.

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Buka Advokasi Desa Pangan Aman, Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Berbasis Komunitas

Sekitar pukul 15.00 Wita, jenazah G Artem (40) berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan menuju pesisir Pantai Nyang-Nyang.

Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta, mengatakan proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevakuasi korban, yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut, yang kedua jalan yang terjal dan bebatuan,” ungkap Wahyu.

Operasi SAR melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Babinsa, SAR Dog, Pecalang setempat, Linmas Pecatu, ORARI Bali, Kepala Lingkungan Desa Pecatu, Kelian Desa Pecatu, serta masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban dan selesainya proses evakuasi, operasi pencarian terhadap WNA tersebut dinyatakan berakhir.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: HumasSARBali
Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan di Pura Dalem Ulun Suan

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah untuk proses lebih lanjut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here