Pujawali di Pura Praja Natha, Wali Kota Jaya Negara Ajak ASN Perkuat Integritas dan Pelayanan kepada Masyarakat

0
86
Foto: Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti rangkaian persembahyangan Pujawali Piodalan di Pura Praja Natha, yang berlokasi di Kantor Walikota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7).

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti persembahyangan Pujawali (Piodalan) di Pura Praja Natha, Kantor Wali Kota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7/2026). Momentum spiritual tersebut dimaknai sebagai penguatan sradha bhakti sekaligus komitmen aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, I Wayan Mariana Wandhira, dan Made Oka Cahyadi Wiguna, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Prosesi pujawali berlangsung khidmat dengan dipimpin oleh sulinggih melalui persembahyangan bersama. Suasana sakral semakin terasa dengan lantunan kidung suci, pementasan Tari Rejang, pertunjukan Topeng, serta tabuh gamelan Bali yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi keagamaan dan budaya Bali.

Baca Juga:  Bedah Buku Demokrasi, KPU Jembrana Soroti Peran Budaya Lokal Hadapi Tantangan Demokrasi Digital

Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa Pujawali di Pura Praja Natha bukan sekadar pelaksanaan ritual keagamaan, melainkan menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk memohon tuntunan, keselamatan, dan kerahayuan dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

“Pujawali ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam pelaksanaan pujawali harus menjadi landasan moral bagi aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan, tetapi juga oleh kualitas karakter, etika, dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugasnya.

Selain memperkuat nilai spiritual, pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga kelestarian adat, seni, budaya, dan tradisi Bali sebagai identitas daerah.

Baca Juga:  Gubernur Koster Paparkan Modul Literasi Keuangan Bali di Hadapan Penguji OJK Awards 2026

Kehadiran Tari Rejang, pertunjukan Topeng, kidung suci, serta tabuh gamelan menjadi simbol harmonisasi antara nilai religius, budaya, dan semangat kebersamaan yang terus dipelihara di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Jaya Negara berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui pelaksanaan pujawali mampu memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta pembangunan Kota Denpasar yang maju, harmonis, berbudaya, dan berkelanjutan.

“Melalui pelaksanaan pujawali ini, kami berharap seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memperoleh tuntunan dan kerahayuan sehingga mampu terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang maju, harmonis, berbudaya, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here