Presiden Prabowo Optimistis PLTS 100 GWp Percepat Swasembada Energi Nasional

0
1027
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimismenya terhadap peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. (BPMI Setpres/Laily Rachev)

Target Tiga Tahun, Indonesia Didorong Berdiri di Atas Kaki Sendiri

JEMBRANA, KEN-KEN KHABARE – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimismenya terhadap peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk mempercepat kemandirian dan swasembada energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Presiden menegaskan, pengembangan PLTS 100 GWp bukan sekadar target pemerintah, tetapi bagian dari upaya membangun ketahanan energi nasional sehingga Indonesia tidak mudah terpengaruh oleh dinamika global.

“Saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi sumber energi yang sangat besar dan beragam. Selain energi surya, pemerintah juga akan mengoptimalkan potensi panas bumi, gas alam, serta meningkatkan produksi minyak nasional.

Baca Juga:  Pencapresan Ganjar Pranowo dan Prabowo Antara Duel atau Duet, Antara PDIP dan Koalisi Besar

Dengan optimalisasi seluruh sumber daya tersebut, Prabowo menargetkan Indonesia secara bertahap dapat mengurangi bahkan menghentikan ketergantungan terhadap impor energi.

“Dengan geotermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak,” tegasnya.

Presiden juga menargetkan ketergantungan terhadap impor LPG dapat dihentikan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi,” lanjut Prabowo.

Baca Juga:  Ikuti Presentasi Validasi IPKD, Jaya Negara Pastikan Pengelolaan Keuangan Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GWp dapat direalisasikan dalam kurun waktu tiga tahun.

Presiden menekankan, target tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata dan hasil yang dapat diukur. Pemerintah tidak ingin pencapaian program hanya berhenti pada pernyataan atau target di atas kertas.

“Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” ujar Presiden.

Prabowo bahkan optimistis target swasembada energi dapat dicapai lebih cepat apabila seluruh unsur terkait bekerja secara maksimal dan bergerak secara bersama-sama.

“Terima kasih semua unsur, hari ini hari penting, kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai swasembada energi,” tandasnya.

Peluncuran program PLTS 100 GWp tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia.

Dengan potensi energi surya, panas bumi, gas, serta sumber energi lainnya yang dimiliki Indonesia, pemerintah menargetkan sistem energi nasional semakin mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Editor: I Nyoman Arta W

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here