Prabowo Pastikan Waterbombing dan Pasukan Freefall Dukung Penanganan Karhutla Riau

0
1034
Presiden Prabowo bahas penanganan karhutla Riau
Foto: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat untuk mengevaluasi hasil penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin, 24 Agustus 2026. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

RIAU, KEN-KEN KHABARE – Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pengerahan helikopter waterbombing dan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Dalam penanganan di lapangan, PRCPB juga diperkuat penerjun freefall yang disiapkan untuk menjangkau titik api atau titik panas yang sulit diakses pasukan darat.

“Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspot-nya sudah? Segera, bor air, sudah mulai kita antisipasi. APD sudah cukup? Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD,” ujar Prabowo.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat lima helikopter waterbombing yang telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Riau.

Menurut Agus, strategi penanganan tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga dengan memperkuat langkah pencegahan agar api tidak meluas.

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan kelembapan lahan.

“Selama ini, kegiatan yang kami lakukan yang paling efektif adalah melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini tidak seperti yang tahun lalu. Kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah,” jelas Agus.

Untuk lokasi yang sulit dijangkau pasukan darat, helikopter waterbombing digunakan untuk membantu memutus jalur api agar kebakaran tidak melompat dan meluas ke kawasan lain.

Selain dukungan udara, TNI juga membentuk Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB). Tim tersebut diperkuat penerjun freefall yang dipersiapkan untuk melakukan penanganan langsung di lokasi tertentu.

“Kami sudah siapkan peterjun-peterjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api,” kata Agus.

Presiden Prabowo mengapresiasi penggunaan kemampuan tersebut untuk mendukung penanganan bencana. Namun, ia menekankan pentingnya keselamatan personel, terutama dengan memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang diterjunkan ke lokasi.

Baca Juga:  Dua Karya Kerajinan Bali Raih Karya Kriya Terbaik 2023, Pj Ketua Dekranasda Bali Ny. drg. Ida Setiawati Promosikan Karya Kerajinan Bali Di Ajang Kriyanusa

Selain freefall, jajaran penanganan karhutla juga menyiapkan metode lapeling, fast roping, paramotor dan dukungan drone untuk membantu pemantauan serta penanganan titik-titik karhutla.

“Ini saya kira pertama kali ya kita lakukannya dalam sejarah ini ya. Bagus. Iya benar, jadi freefall itu jangan hanya untuk upacara saja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat,” ujar Prabowo.

Penanganan karhutla di Riau juga dilakukan dengan membangun sekat bakar dan sekat kanal untuk memutus jalur pergerakan api.

Strategi tersebut dinilai penting karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi lahan gambut membuat proses pendinginan membutuhkan perhatian khusus karena api dapat kembali muncul dan menyebar mengikuti kondisi angin.

Agus menjelaskan sekat bakar dan sekat kanal diperkuat untuk memotong jalur api sehingga kebakaran tidak berkembang semakin luas.

Baca Juga:  Parpol Koalisi Indonesia Maju Sepakat Dukung Gibran Sebagai Cawapres Dampingi Prabowo Subianto

“Yang kita lakukan strategi sekarang ini yang bisa memotong jalur api agar tidak bisa melebar adalah dengan sekat bakar atau kontainer. Kemudian, sekat air, sekat kanal,” pungkas Agus.

Penanganan karhutla di Riau menunjukkan bahwa strategi pemadaman dilakukan melalui kombinasi berbagai metode, mulai dari operasi modifikasi cuaca, waterbombing, pengerahan pasukan darat, penerjun freefall, drone hingga pembangunan sekat bakar dan kanal.

Presiden Prabowo menekankan agar seluruh kemampuan tersebut diarahkan untuk mempercepat respons terhadap titik panas sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Dengan kondisi lahan gambut dan potensi cuaca yang memengaruhi penyebaran api, kecepatan deteksi, mobilisasi personel dan ketepatan penanganan menjadi faktor penting dalam mengendalikan karhutla di Riau.

Editor: I Nyoman Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here