Bupati Adi Arnawa Buka Rip Curl Cup Ke-23, Perkuat Sport Tourism dan Promosikan Badung ke Panggung Dunia

0
13
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memukul gong saat membuka Rip Curl Cup Padang Padang Ke-23 di Pantai Labuan Sait, Pecatu.
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Rip Curl Cup Padang Padang Ke-23 di Pantai Labuan Sait, Pecatu, Sabtu (1/8/2026).

BADUNG, KEN-KEN KHABARE – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka ajang selancar internasional Rip Curl Cup Padang Padang Ke-23 di Pantai Padang Padang (Labuan Sait), Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (1/8/2026). Pembukaan kejuaraan bergengsi tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kompetisi yang mempertemukan peselancar terbaik Indonesia dan dunia.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sumerta, Camat Kuta Selatan I Kadek Laksana, Perbekel Desa Pecatu I Made Karyana Yadnya, Pengelola Kawasan Labuan Sait Made Wijana, perwakilan Padang Padang Boardriders, serta manajemen Rip Curl Indonesia.

Kompetisi yang berlangsung sepanjang 1–31 Agustus 2026 itu diikuti 12 peselancar terbaik Indonesia dan 12 peselancar internasional yang akan bersaing memperebutkan gelar juara di salah satu ombak terbaik dunia. Seperti tradisi Rip Curl Cup sebelumnya, jadwal pertandingan menggunakan sistem “It’s On When It’s On”, yakni perlombaan hanya digelar ketika kondisi ombak mencapai kualitas terbaik.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Buka Lomba Mancing, Dukung Pelestarian Lingkungan dan Pembangunan Pura Dalem Pande

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi konsistensi Rip Curl yang selama lebih dari dua dekade terus menjadikan Pantai Padang Padang sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi selancar kelas dunia.

“Kegiatan hari ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga menjadi sarana promosi sport tourism yang sangat efektif bagi Kabupaten Badung dan Bali secara umum. Event seperti ini memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia,” ujarnya.

Menurut Adi Arnawa, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung penyelenggaraan event internasional dengan meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya akses menuju kawasan wisata Pecatu.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Pemkab Badung saat ini tengah membangun jalan baru sepanjang 10 kilometer dengan lebar 24 meter yang menghubungkan kawasan Labuan Sait menuju Jimbaran guna mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

“Ini bentuk komitmen saya selaku Bupati dalam mengatasi kemacetan di kawasan Labuan Sait. Saat ini kami sedang membangun jalan dari Labuan Sait menuju Jimbaran sepanjang 10 kilometer dengan lebar 24 meter. Mudah-mudahan pada kejuaraan ke-24 tahun depan aksesnya sudah jauh lebih tertib, nyaman, dan aman,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, wisatawan, maupun pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kebersihan kawasan pantai.

“Mari kita jaga Bali ini dari sampah plastik. Keindahan alam adalah modal utama pariwisata kita sehingga harus dijaga bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Buka Sabdha Kite Festival VI, Dorong Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata Pecatu

Ia optimistis penyelenggaraan Rip Curl Cup pada momentum musim liburan (high season) akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat lokal, terutama sektor UMKM, perhotelan, restoran, transportasi, hingga industri kreatif.

Sementara itu, General Manager Rip Curl, James Hendy, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat Desa Pecatu, serta Padang Padang Boardriders yang selama ini mendukung keberlangsungan kejuaraan tersebut.

Menurutnya, Rip Curl Cup sejak awal dirancang sebagai wadah untuk memperkenalkan talenta peselancar Indonesia kepada dunia internasional.

“Alasan kami memulai event ini adalah untuk menonjolkan talenta selancar lokal Indonesia. Banyak peselancar terbaik dunia sebenarnya tinggal di sini, tetapi dulu bakat mereka belum dikenal dunia. Melalui ajang ini kami menghadirkan peselancar internasional sehingga peselancar Indonesia dapat menunjukkan kualitasnya di panggung global,” ujar Hendy.

Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah penyelenggaraan Rip Curl Cup, jumlah peselancar Indonesia yang berhasil meraih gelar juara bahkan lebih banyak dibandingkan peselancar mancanegara. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kualitas atlet selancar Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Dengan reputasi Pantai Padang Padang sebagai salah satu lokasi selancar terbaik dunia, penyelenggaraan Rip Curl Cup Ke-23 diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Badung sebagai destinasi unggulan sport tourism internasional sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.

Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here