
DENPASAR, KEN-KEN – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar talk show bertajuk “Membangun Kekuatan Mind, Body, and Soul melalui Gaya Hidup Sehat” di Cultural Stage Icon Bali Mall, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK Puspa) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Plt. Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmi Saraswati, Wakil I Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ida Ayu Oki Amrita Wijaya, perwakilan PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Denpasar, serta unsur dinas terkait lainnya.
Talk show dipandu oleh Runner Up I Duta GenRe Kota Denpasar, Desak Putu Widya Paramitha, dan menghadirkan sejumlah perempuan inspiratif sebagai narasumber, di antaranya N. Arindri Dangkua, M.Psi., Psikolog Konselor FK Puspa Kota Denpasar, serta dr. AA Ayu Laksmi Dewi Budiani, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, Dokter Spesialis Kulit RSU Prima Medika.
Dalam sambutannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini saat ini tidak hanya dimaknai sebagai penghormatan atas perjuangan perempuan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengingatkan perempuan agar tidak melupakan dirinya sendiri di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab.
Menurutnya, salah satu perjuangan terbesar perempuan masa kini adalah belajar untuk berhenti sejenak dan memberi ruang bagi diri sendiri agar tetap sehat, kuat, dan seimbang.
“Kita tahu menjadi perempuan itu luar biasa sibuknya, terkadang saking semangatnya kita sampai lupa untuk menyapa diri sendiri. Itulah alasan hari ini Pemkot Denpasar dan FK Puspa ingin sejenak ‘pulang’ ke diri masing-masing dengan cara menggelar talk show dalam rangka Hari Kartini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ny. Kristi menekankan bahwa perempuan yang hebat bukan hanya perempuan yang bekerja keras, tetapi juga perempuan yang mampu menjaga kesehatan lahir dan batin.
Baginya, meneladani semangat Kartini di masa sekarang bukan semata soal perjuangan di ruang publik, tetapi juga soal kemampuan menjaga keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa.
“Meneladani spirit Kartini di masa sekarang itu bukan hanya soal kerja keras, namun juga tahu kapan kita harus menjaga keseimbangan antara mind, body, and soul. Dan tidak lupa saya ucapkan selamat Hari Kartini untuk perempuan di seluruh Indonesia dan di Kota Denpasar khususnya, tetaplah menjadi wanita inspirasi namun jangan lupa untuk tetap menyayangi diri sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu narasumber, dr. AA Ayu Laksmi Dewi Budiani, menjelaskan bahwa perempuan yang menjalani berbagai aktivitas setiap hari tetap harus memperhatikan kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.
Ia memaparkan bahwa konsep mind, body, and soul menjadi penting dalam membangun gaya hidup sehat. Pada aspek mind, stres yang tidak terkelola dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan kulit, karena memicu peningkatan hormon kortisol yang dapat menyebabkan munculnya jerawat, kambuhnya eksim, hingga membuat kulit tampak kusam.
Pada aspek body, menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta membangun kebiasaan hidup sehat. Sedangkan pada aspek soul, penting untuk menjaga koneksi batin dan membentuk kebiasaan yang berdampak positif bagi kesehatan dalam jangka panjang.
“Diharapkan dengan pelaksanaan talk show ini dapat memberikan pengetahuan lebih bagi para perempuan sehingga dapat menjaga kesehatan baik tubuh maupun jiwa dan raga,” ungkap Laksmi Dewi.
Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti sunrise yoga serta layanan pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah, pemeriksaan tekanan darah, dan kesehatan jiwa yang difasilitasi oleh Rumah Sakit Prima Medika.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap para perempuan semakin sadar akan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, menjaga keseimbangan hidup, dan terus menjadi sosok inspiratif dalam keluarga maupun masyarakat.
Editor: Ken


