DENPASAR, KEN-KEN – Program Studi Magister Hukum, Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) berkolaborasi dengan University of Nueva Caceres (UNC), Filipina, serta Fakultas Hukum Universidade da Paz, Timor Leste, dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bagian dari kerja sama luar negeri, yang dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Kantor BUPDA Desa Adat Sanur, Kota Denpasar.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi internasional tiga negara, yakni Indonesia, Timor Leste, dan Filipina, dalam mendorong penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, di samping pengajaran dan riset.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan PkM ini dihadiri Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II yang mewakili Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa, Ketua Program Studi Magister Hukum Dr. Ni Komang Arini, S.H., M.Hum., serta Koordinator Pengembangan Kurikulum (KPK) Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H.. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa perwakilan dari ketiga perguruan tinggi mitra.
Mewakili Dekan Fakultas Pascasarjana Unwar, Wakil Dekan Dr. I Made Mardika menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan kebutuhan penting bagi perguruan tinggi, terlebih bagi institusi yang telah meraih akreditasi unggul.
Menurutnya, kerja sama lintas negara perlu terus diperkuat, baik dalam bentuk riset maupun community service, sebagai bagian dari transformasi pengembangan keilmuan dan penguatan identitas kampus.
“Kolaborasi internasional menjadi tuntutan penting bagi perguruan tinggi, terutama dalam penguatan pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini merupakan bagian dari transformasi akademik yang harus terus didorong,” ujarnya.
Kegiatan PkM internasional ini mengangkat tema strategis tentang Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Pelestarian Lingkungan dalam Pengelolaan Pariwisata Pantai serta Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dalam Pengelolaan Pariwisata Pesisir di Desa Sanur Kaja.
Tema tersebut dipilih karena kawasan Sanur saat ini menghadapi dinamika perkembangan pariwisata yang sangat pesat, terutama setelah hadirnya pelabuhan yang menjadi hub kunjungan wisatawan menuju Nusa Penida dan Lembongan.
Dalam konteks itu, pengelolaan kawasan pesisir Sanur dinilai harus tetap berpijak pada prinsip green tourism dengan menjaga nilai-nilai budaya lokal yang berakar kuat melalui implementasi Tri Hita Karana.
Di sisi lain, derasnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, juga membawa tantangan tersendiri bagi pengelola kawasan, terutama terkait keterbatasan ruang parkir dan meningkatnya persoalan sampah.
Upaya pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata pesisir saat ini telah dijalankan oleh lembaga adat melalui Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Galah Kangin, Sanur. Dalam kegiatan ini, tidak hanya pengelola BUPDA yang hadir, tetapi juga para pengelola kelompok-kelompok pariwisata setempat, termasuk Kelompok Sadar Wisata dan kelompok lainnya.
Menurut Ketua BUPDA Galah Kangin, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan kawasan Pantai Matahari Terbit yang mobilitas wisatawannya semakin padat. Penataan tersebut dinilai penting agar aktivitas wisata tidak menimbulkan kesemrawutan dan tetap memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung.
Selain penataan kawasan, pihak BUPDA juga menaruh perhatian pada aspek ketenagakerjaan. Dalam hal ini, para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan Sanur diharapkan turut memperhatikan masyarakat atau krama setempat dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Untuk memperkuat kelembagaan dan tata kelola kawasan, lembaga adat juga terus mendorong pengaturan melalui awig-awig dan pararem sebagai dasar penguatan aturan lokal.
Dalam kegiatan PkM tersebut, para peserta mendapatkan rangkaian kegiatan berupa pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti penguatan ekonomi kreatif, peningkatan literasi digital, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber internasional yang memberikan perspektif global terhadap isu-isu pemberdayaan masyarakat, pengelolaan kawasan wisata, dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan tempat sampah serta sesi foto bersama seluruh peserta dan mitra kegiatan.
Pihak Universitas Warmadewa berharap kegiatan PKM internasional seperti ini tidak hanya memperkuat jejaring kerja sama akademik global, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal.
“Melalui kegiatan PKM internasional ini, kami berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kerja sama global antara Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa dan mitra internasional seperti UNC,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada kerja sama formal, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Editor: Ken



