SMSI Badung Gelar Literasi Digital, BPD Bali Bagikan Tips Aman Hadapi Kendala QRIS Pending

0
129
Foto: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta membuka gelaran literasi digital, (21/4).

BADUNG, KEN-KEN – Gangguan transaksi digital seperti QRIS pending masih kerap menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pengguna layanan pembayaran non-tunai. Untuk menjawab persoalan itu, praktisi perbankan dari BPD Bali, Nyoman Indra Lranaya, membagikan sejumlah tips aman bertransaksi digital dalam kegiatan literasi digital yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Badung di Gedung Kertagosana, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan diikuti peserta dari kalangan pelaku UMKM, mahasiswa, hingga pelajar SMA. Dalam pemaparannya, Indra menekankan bahwa gangguan dalam transaksi online dapat terjadi karena banyak faktor, mulai dari kualitas jaringan internet hingga kendala pada sistem aplikasi pembayaran.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik saat menghadapi kendala transaksi digital, melainkan terlebih dahulu melakukan pengecekan dasar sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek status transaksi. Pastikan apakah transaksi benar-benar gagal atau hanya tertunda atau pending,” ujarnya di hadapan peserta.

Baca Juga:  Peringati Hari Kartini, Ny. Kristi Arya Wibawa Ajak Perempuan Jaga Keseimbangan Hidup Lewat Gaya Hidup Sehat

Indra menjelaskan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan koneksi internet dalam kondisi stabil. Ia juga mengingatkan agar pengguna menghindari penggunaan WiFi publik saat bertransaksi, karena selain berisiko terhadap keamanan data, koneksi publik juga dapat memengaruhi kelancaran proses pembayaran.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak melakukan transaksi pada jam-jam sibuk jika kondisi sistem sedang tidak stabil, serta memastikan aplikasi pembayaran yang digunakan sudah diperbarui ke versi terbaru agar dapat berfungsi optimal.

Ia juga menyebut, menutup aplikasi lain yang berjalan di latar belakang bisa menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi gangguan sistem saat transaksi berlangsung.

Baca Juga:  Jaya Negara Teken PKS PSEL Tahap I, Pemkot Denpasar Tegaskan Langkah Nyata Atasi Sampah

Jika kendala tetap terjadi, nasabah diminta segera menghubungi call center bank atau datang langsung ke kantor cabang dengan menjelaskan kronologi kejadian secara jelas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga dianjurkan menyiapkan metode pembayaran alternatif serta rutin memantau informasi resmi melalui media sosial atau kanal komunikasi bank terkait jika terjadi gangguan layanan.

Indra menegaskan, hal yang paling penting saat sistem sedang bermasalah adalah tidak terburu-buru melakukan transaksi ulang, karena tindakan tersebut justru bisa memicu transaksi ganda dan berpotensi menimbulkan kerugian.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Bahas Peluang Kerja Sama Strategis

“Jangan melakukan transaksi berulang atau dobel saat sistem sedang bermasalah, karena hal itu bisa menimbulkan potensi kerugian,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, SMSI Badung diharapkan mampu mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap literasi digital, termasuk kesadaran dalam menggunakan layanan pembayaran elektronik secara aman, cermat, dan bertanggung jawab. (ar)

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here