Kemendag dan Komisi VI DPR RI Ajak Mahasiswa Warmadewa Kembangkan Jiwa Wirausaha dan Tembus Pasar Global

0
1058
Foto: Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan RI, Deden Muhamad FS., Anggota DPR RI I Gde Sumarjaya Linggih, Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. Suranaya Pandit, beserta jajaran Universitas Warmadewa saat Seminar Nasional Kewirausahaan bertema Gen Z Entrepreneurship: From Mindset to Market di Universitas Warmadewa, Denpasar, Senin (2/11/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Universitas Warmadewa mendorong mahasiswa mengembangkan jiwa kewirausahaan, inovasi usaha, dan kemampuan membaca peluang perdagangan global melalui kegiatan Workshop serta Knowledge Sharing tentang Perdagangan dan Ekspor di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Senin (2/11/2026).

Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Oka Wisnumurti, M.Si., Wakil Rektor Bid Kerjasama Prof. Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.H., Dekan Fakultas Pascasarjana Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI bekerja sama dengan Universitas Warmadewa menghadirkan Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, tersebut mengangkat tema “Membangun Jiwa Wirausaha Generasi Muda: Strategi Mahasiswa dalam Belajar, Eksplorasi, dan Inovasi Usaha di Era Ekonomi Digital dan Perdagangan Global.”

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai kewirausahaan, pengembangan usaha, serta peluang perdagangan dan ekspor bagi generasi muda.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan RI, Deden Muhamad FS., yang membuka kegiatan, menekankan potensi Bali dalam mengembangkan produk manufaktur, khususnya kerajinan yang memiliki merek dan telah dikenal di pasar mancanegara.

Menurut Deden, potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar produk lokal mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran ke pasar internasional. Dukungan pemerintah, termasuk kemudahan dalam pemenuhan dokumen ekspor, diharapkan dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan peluang perdagangan global.

“Bali memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk manufaktur, khususnya kerajinan yang telah memiliki merek dan dikenal di pasar internasional. Potensi ini perlu terus dikembangkan agar produk lokal semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Ia juga mengajak perguruan tinggi, termasuk Universitas Warmadewa, berkolaborasi dalam menciptakan wirausaha muda yang tidak hanya kritis secara akademik, tetapi juga inovatif, mandiri, dan mampu membuka lapangan pekerjaan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kritis secara akademik, tetapi juga inovatif dan mampu menciptakan peluang usaha. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha muda yang berkontribusi terhadap perekonomian,” ungkapnya.

Kehadiran Gde Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer, sebagai Anggota Komisi VI DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kewirausahaan dan dinamika perdagangan.

Baca Juga:  10 Kali Juara Porprov Bali, KONI Tabalong Belajar Strategi Pembinaan Olahraga ke Badung

Kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya membangun usaha yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital dan persaingan pasar global.

“Kewirausahaan bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi juga tentang keberanian melihat peluang, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Mahasiswa perlu mulai mengembangkan gagasan yang dapat diwujudkan menjadi usaha nyata,” ungkap Demer.

Lebih lanjut dia mengatakan mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) melalui gagasan bisnis yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam menghadapi persaingan usaha, kemampuan mengenali peluang, memahami kebutuhan konsumen, mengembangkan produk, serta membangun jaringan bisnis menjadi aspek penting yang perlu dimiliki calon wirausahawan.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Made Setini, S.Kom., M.M., dari Universitas Warmadewa, turut mengangkat materi Gen Z Entrepreneurship: From Mindset to Market. Materi ini menekankan pentingnya membangun pola pikir wirausaha, mengidentifikasi peluang, menciptakan inovasi, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Mahasiswa perlu berani memulai dari ide sederhana, mengenali masalah yang ingin diselesaikan, kemudian menguji apakah produk atau jasa yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan pasar. Inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun usaha,” katanya.

Contoh pengembangan produk lokal Bali, seperti dodol, arak Sidemen, serta minuman berbahan kunyit dan jahe, menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi produk, kemasan, penguatan merek, dan pemasaran digital.

Baca Juga:  Sambut Bulan Bung Karno Pemkot Denpasar Siapkan Pagelaran Langgam Putra Sang Fajar

Pengembangan produk tersebut juga membuka peluang kolaborasi mahasiswa dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mahasiswa dapat berkontribusi melalui riset pasar, pengembangan desain dan kemasan, strategi promosi digital, serta identifikasi peluang pemasaran.

Bagi produk yang diarahkan ke pasar ekspor, pelaku usaha juga perlu memperhatikan standar kualitas, kebutuhan konsumen di negara tujuan, serta persyaratan dan dokumen perdagangan internasional.

Melalui kegiatan yang dimoderatori Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H., mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai hubungan antara pengetahuan akademik, inovasi usaha, dan peluang perdagangan internasional.

Kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, dan pelaku usaha menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan generasi muda.

Melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan tersebut, mahasiswa diharapkan berani memulai usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Pada akhirnya, pengembangan jiwa kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan bisnis, tetapi juga mendorong lahirnya usaha baru, membuka lapangan pekerjaan, dan memperluas peluang produk lokal Bali memasuki pasar global.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Panitia workshop

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here