Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Atiwa-Tiwa Desa Adat Kesiman

0
1068
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi Karya Atiwa-Tiwa atau Ngaben Massal Desa Adat Kesiman di Setra Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur, Kamis (3/9/2026).

Ngaben Massal Diikuti 34 Sawa, 127 Ngelangkir, dan 22 Ngelungah

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya Atiwa-Tiwa atau Ngaben Massal Desa Adat Kesiman di Setra Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (3/9/2026).

Karya Atiwa-Tiwa yang dilaksanakan secara kolektif tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Adat Kesiman dalam menjaga keberlangsungan adat dan tradisi Bali sekaligus membantu meringankan beban krama dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Warka, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, jajaran Dinas Kebudayaan, Manggala Majelis Desa Adat (MDA), serta para penglingsir puri di wilayah Kesiman.

Jaya Negara bersama para undangan mengikuti prosesi upacara hingga penyerahan punia.

Di sela-sela kegiatan, Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Desa Adat Kesiman yang secara konsisten melaksanakan Karya Atiwa-Tiwa secara kolektif.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian adat dan tradisi Bali, tetapi juga mencerminkan kepedulian desa adat dalam membantu meringankan beban krama.

Baca Juga:  Panen Anggur di Subak Peraupan Barat, TP PKK Denpasar Dorong Urban Farming dan Agrowisata

“Pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa ini merupakan bentuk tanggung jawab desa adat dalam membantu dan meringankan beban krama. Terlebih, upacara ini rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi krama dalam melaksanakan upacara,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kesiman I Ketut Wisna dalam laporannya menyampaikan sejumlah data peserta yang mengikuti rangkaian Karya Atiwa-Tiwa tahun ini.

Untuk prosesi ngaben, tercatat 34 sawa, 127 ngelangkir, dan 22 ngelungah. Selanjutnya, prosesi Atma Wedana Maligia Punggel diikuti sebanyak 297 sawa.

Baca Juga:  Saka Cetak Hat-trick, Inggris Taklukkan Prancis 6–4 dan Raih Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Selain rangkaian Pitra Yadnya, pelaksanaan karya juga dirangkaikan dengan upacara metatah yang diikuti sebanyak 332 peserta.

“Rangkaian acara diawali dengan prosesi ngaben pada 3 September, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Atma Wedana yang dimulai pada 6 September,” jelas I Ketut Wisna.

Ia menambahkan, prosesi Mesasab di Segara Padang Galak juga akan dilaksanakan secara kolektif dan diikuti sebanyak 508 peserta.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara sebelum memasuki puncak Atma Wedana Maligia Punggel yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2026.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung di Pura Gunung Sari, Ajak Umat Perkuat Sradha Bhakti dan Persaudaraan

“Seluruh rangkaian Karya Atiwa-Tiwa ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Pihak panitia bersama prajuru Desa Adat Kesiman juga berharap pelaksanaan karya dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama dan umat yang terlibat,” ujarnya.

Pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa secara kolektif ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi krama sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here