Luncurkan SIGAP EMAS, Badung Peduli Gelar Safari Kesehatan di Lapas Perempuan Kerobokan

0
1042
Foto: Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Safari Kesehatan sekaligus peluncuran program SIGAP EMAS di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis (3/9/2026).

BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan Badung Peduli terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Safari Kesehatan sekaligus peluncuran program SIGAP EMAS, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Selain layanan kesehatan gratis, agenda utama kegiatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah awal pelaksanaan program SIGAP EMAS.

SIGAP EMAS merupakan akronim dari Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas. Program ini dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak yang lahir dan besar di lingkungan pemasyarakatan, khususnya pada masa emas pertumbuhan.

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali Andi Wijaya Rivai beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala DP2KBP3A Badung, perwakilan Disdikpora Badung, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani beserta jajaran, akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.

Baca Juga:  PERPANI Bali Apresiasi Komitmen Giri Prasta Membangun Sport Center, Base Camp dan BK PON 2027

Dalam sambutannya, Rasniathi menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis serta pemenuhan hak anak yang terpaksa tinggal bersama ibunya di lingkungan lapas.

Ia juga menyoroti ketentuan batas usia maksimal tiga tahun bagi anak bawaan warga binaan serta pentingnya mekanisme transisi yang humanis ketika anak harus berpisah dari ibunya.

“Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya,” ujarnya.

Rasniathi mengusulkan agar anak-anak secara berkala diperkenalkan dengan lingkungan di luar lapas, misalnya pada akhir pekan, atau berkumpul bersama keluarga di rumah. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu proses adaptasi anak ketika memasuki lingkungan baru.

Selain perhatian terhadap tumbuh kembang anak, Rasniathi juga mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang telah berjalan di Lapas Perempuan Kerobokan.

Ia menilai sejumlah produk hasil karya warga binaan, mulai dari olahan pangan seperti keripik tempe hingga kerajinan tas, memiliki mutu dan daya saing yang baik untuk dikembangkan lebih luas.

Rasniathi juga menegaskan agar kerja sama melalui program SIGAP EMAS tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pelaksanaannya perlu dikawal melalui pemantauan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Langkah kecil ini akan membawa manfaat besar bagi warga binaan dan tumbuh kembang anak-anak mereka,” tegasnya.

Melalui SIGAP EMAS, Pemkab Badung bersama perangkat daerah terkait, Lapas Perempuan Kerobokan dan akademisi Psikologi FK Universitas Udayana berkomitmen menghadirkan sejumlah layanan pendampingan.

Baca Juga:  Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno di Bali

Di antaranya pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu rutin, pendampingan psikologis anak, serta pelatihan keterampilan kerja bagi warga binaan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kesiapan warga binaan untuk kembali berinteraksi secara positif di tengah masyarakat.

Editor: I Nyoman Arta 
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here