Berjibaku Padamkan Kebakaran Jalan Nakula, Damkar Denpasar Kerahkan 9 Armada dan 3 Eskavator

0
1083
Foto: Eskavator digunakan untuk mengurai tumpukan puing dan material terbakar dalam proses pemadaman kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod, Denpasar, Rabu (2/9/2026).

DENPASAR – Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod, Denpasar, masih berlangsung hingga Rabu (2/9/2026) siang. Memasuki hari ketiga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar mengerahkan 9 unit armada serta mendatangkan 3 unit eskavator untuk membantu mengurai tumpukan puing dan sampah yang masih menyimpan titik api.

Penggunaan eskavator diperlukan karena api masih ditemukan di bagian bawah tumpukan material terbakar. Petugas harus menggaruk dan membongkar tumpukan menggunakan alat berat sebelum dilakukan penyemprotan air.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan penggunaan eskavator menjadi bagian penting dalam proses pemadaman agar titik api yang berada di bawah tumpukan dapat dijangkau petugas.

“Tanpa eskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita nyemprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk eskavator baru kita semprot,” kata Tirana, Rabu (2/9/2026).

Menurut Tirana, teknik serupa juga pernah diterapkan dalam penanganan kebakaran di TPA Suwung. Dengan mengurai tumpukan material terlebih dahulu, proses pemadaman dinilai menjadi lebih efektif.

BACA JUGA:

| Arta Wirawan Gabung Barisan Usrox, Soliditas IMI Bali Jadi Alasan

Tirana menjelaskan, titik api saat ini sudah jauh berkurang. Namun, beberapa bagian yang belum terurai masih berpotensi kembali mengeluarkan asap maupun api.

“Titik api sudah berkurang. Tadi pagi sudah bersih clear. Kena sinar matahari dan angin apinya kembali. Itu di lokasi yang tidak kena garuk. Kalau yang sudah kena garuk kemarin sudah aman,” ujarnya.

Ia memperkirakan api dapat benar-benar padam pada Kamis (3/9/2026) pagi, setelah seluruh proses penguraian tumpukan menggunakan eskavator dilakukan.

Saat ini, armada yang dikerahkan Damkar Denpasar sebanyak 9 unit, berkurang dari sebelumnya 12 unit. Sementara itu, Damkar Kabupaten Badung turut membantu dengan mengerahkan 3 unit armada.

Meski titik api disebut telah berkurang dan sebagian lokasi hanya menyisakan asap, petugas masih melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada bara api yang tertinggal di bawah tumpukan.

Di sisi lain, penanganan warga terdampak kebakaran juga terus dilakukan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati, didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika, mengatakan pendataan terhadap warga terdampak masih terus dilakukan.

Berdasarkan pemutakhiran data, jumlah warga terdampak kini tercatat sebanyak 85 KK.

BACA JUGA:

| Bungan Desa ke-64, Bupati Sanjaya Gali Potensi Pertanian dan Pariwisata Lalanglinggah

Laxmy menjelaskan, seluruh warga terdampak pada tahap awal telah dievakuasi. Meskipun terdapat warga yang bukan merupakan penduduk Kota Denpasar, bantuan kemanusiaan tetap diberikan sebagai bentuk penanganan terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

Saat ini, Dinas Sosial juga melakukan asesmen untuk mengetahui secara lebih rinci jumlah warga terdampak, termasuk asal daerah mereka.

“Dari hasil asesmen nantinya, untuk warga yang tidak memiliki penunjukan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal,” ujar Laxmy.

I Gusti Ketut Sudiatmika menambahkan, pada Selasa (1/9/2026), Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak berupa matras dan kebutuhan awal.

Menurutnya, data jumlah warga terdampak masih terus dipantau dan diperbarui seiring proses pendataan di lokasi pengungsian.

Ia menjelaskan, sesaat setelah kejadian, data awal mencatat sebanyak 23 KK terdampak. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran data bersama pengurus musala tempat warga mengungsi dan tokoh masyarakat setempat, jumlah tersebut menjadi 85 KK.

Selain bantuan sembako dan pakaian layak pakai dari masyarakat, Dinas Sosial juga mendistribusikan family kit untuk penanganan balita serta membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terpapar asap.

Penanganan kebakaran dan warga terdampak kini berjalan secara paralel. Di lokasi kebakaran, petugas masih berjibaku memastikan seluruh titik api padam, sementara pemerintah melakukan asesmen dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Editor: Tim Redaksi
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here