Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Dimulai dari 14 PLTS di 6 Provinsi

0
1031
Foto: Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang diawali dengan 14 PLTS di 6 provinsi dengan kapasitas total 5,3 GWp. (BPMI Setpres/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden).

Investasi Capai Rp1.140 Triliun, Program Ditargetkan Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja

JEMBRANA, KEN-KEN KHABARE – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp). Program strategis tersebut diawali dengan pengembangan 14 PLTS di enam provinsi dengan kapasitas awal mencapai 5,3 GWp.

Peluncuran berlangsung di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Dalam pernyataan peresmian, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah tidak main-main dalam merealisasikan target pembangunan PLTS 100 GWp tersebut.

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Prabowo.

Presiden menyebut program tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.

Program PLTS 100 GWp diawali dengan pembangunan dan peluncuran 14 PLTS yang tersebar di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Dalam pernyataan peresmian, Presiden Prabowo menyampaikan:

“Pada sore hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak.”

Ke-14 PLTS tersebut meliputi:

  1. PLTS Tembesi, Kepulauan Riau;
  2. PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau;
  3. PLTS Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung;
  4. PLTS Saguling, Jawa Barat;
  5. PLTS Purwakarta, Jawa Barat;
  6. PLTS Jatiluhur, Jawa Barat;
  7. PLTS Cirata, Jawa Barat;
  8. PLTS Jatigede, Jawa Barat;
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah;
  10. PLTS Karangkates, Jawa Timur;
  11. PLTS Madura, Jawa Timur;
  12. PLTS Pasuruan, Jawa Timur;
  13. PLTS Banyuwangi, Jawa Timur; dan
  14. PLTS Site Gilimanuk, Bali.

Investasi Rp1.140 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya mengatakan, program PLTS 100 GWp merupakan program strategis yang diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan ketahanan energi nasional.

Menurut Bahlil, total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan PLTS 100 GWp mencapai sekitar USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.

Selain investasi, program tersebut diproyeksikan memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran negara dan pengurangan penggunaan bahan bakar diesel.

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih,” kata Bahlil.

Program tersebut juga diperkirakan dapat menghasilkan efisiensi subsidi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.

Dari sisi ketenagakerjaan, pembangunan PLTS 100 GWp diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

Baca Juga:  Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Beberapa Wilayah Akibat Hujan Lebat Yang Mengguyur Bali

Angka tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju energi surya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

“Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” ujar Bahlil.

Selain efisiensi anggaran dan penciptaan lapangan kerja, program PLTS 100 GWp juga diarahkan untuk menekan emisi karbon melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Bahlil menegaskan, keberhasilan program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan peluncuran program tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil.

Peluncuran di PLTS Site Gilimanuk menjadi salah satu tonggak awal ambisi pemerintah membangun kapasitas PLTS hingga 100 GWp dalam tiga tahun.

Program tersebut sekaligus menempatkan energi surya sebagai salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan energi yang lebih berkelanjutan.

Editor: I Nyoman Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here