
DENPASAR, KEN-KENKHABARE.COM – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka Lokasabha Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW AWBP) Kota Denpasar yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031 serta peringatan HUT ke-18 PW AWBP Kota Denpasar.
Kegiatan yang berlangsung di Monumen Situs Kerajaan Kertalangu, Kesiman, Sabtu (8/8), tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat semangat pasemetonan, ngayah dan bhakti kepada leluhur.
Jaya Negara yang juga selaku Penglingsir Puri Penatih serta Ketua Umum PW AWBP Provinsi Bali/Pusat, dalam kesempatan tersebut melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus PW AWBP Kota Denpasar masa bakti 2026–2031.
Prosesi pengukuhan turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Sukarmana dan I Made Mudra, Jro Bendesa Adat Kesiman Ketut Wisna, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, tokoh masyarakat, para penglingsir serta semeton AWBP.
Lokasabha Jadi Momentum Konsolidasi Organisasi
Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lokasabha PW AWBP Kota Denpasar. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga bagian dari proses konsolidasi untuk memperkuat keberadaan AWBP di tingkat kota, kabupaten hingga Provinsi Bali.
“Ini Lokasabha pertama di Paiketan Pengurus AWBP Bali. Semoga dengan terlaksananya Lokasabha di Denpasar, paiketan di Bali, pada bulan Oktober rencananya para pengurus kabupaten/kota akan melaksanakan Lokasabha,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, konsolidasi organisasi penting dilakukan untuk menyatukan langkah dan memperkuat komunikasi antarpengurus serta seluruh semeton AWBP.
Lebih jauh, Jaya Negara menegaskan keberadaan AWBP bukan semata-mata sebagai organisasi sosial keagamaan. Paiketan tersebut memiliki peran penting dalam mempererat tali pasemetonan, melaksanakan ngayah serta menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan lingkungan masyarakat.
“Paiketan ini bukan untuk mencari keuntungan materi, tetapi sebagai wadah pengabdian atau ngayah kepada Ida Betara Leluhur, mempererat tali pasemetonan, serta taat dan berbakti kepada pemerintah di mana pun warga berada,” tegasnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda sehingga keberadaan AWBP tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga dan masyarakat luas.
I Made Mudra Kembali Pimpin PW AWBP Denpasar
Dalam Lokasabha tersebut, I Made Mudra kembali dipercaya memimpin PW AWBP Kota Denpasar untuk masa bakti 2026–2031.
Mudra menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan organisasi selama periode kepengurusan sebelumnya. Dalam forum Lokasabha, laporan pertanggungjawaban program kerja dan pengelolaan organisasi disampaikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab kepada para penglingsir, penasihat serta seluruh semeton AWBP.
Menurut Mudra, keberlangsungan berbagai program organisasi selama ini turut didukung melalui dana punia atau sumbangan sukarela dari warga.
Selain penguatan organisasi dan ekonomi warga, perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan penataan Situs Kerajaan Kertalangu sebagai salah satu pusat kegiatan warga AWBP.
Sejumlah perbaikan telah dilakukan, di antaranya pemeliharaan sarana sanitasi serta peremajaan mesin pendukung melalui koordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, khususnya Bidang Cagar Budaya.
Semangat gotong royong warga juga terus didorong untuk mendukung pembangunan sarana keagamaan, termasuk Pura Segara Rupek serta berbagai fasilitas penunjang seperti wantilan.
Perkuat Pasemetonan dan Semangat Ngayah
Mudra berharap kepengurusan baru PW AWBP Kota Denpasar periode 2026–2031 dapat semakin solid dalam memberikan pelayanan kepada semeton, memperkuat silaturahmi atau rakat rumakat, serta melanjutkan berbagai program yang telah dirintis.
“Lokasabha I sekaligus menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyatukan langkah, dan membuka harapan baru agar semangat ngayah kepada leluhur tetap tumbuh sekaligus memberi manfaat bagi warga Arya Wang Bang Pinatih dan masyarakat luas,” ujarnya.
Pelaksanaan Lokasabha dan pelantikan pengurus baru tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan PW AWBP Kota Denpasar sebagai wadah pasemetonan yang tidak hanya menjaga hubungan kekerabatan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, pelestarian warisan budaya dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kepengurusan PW AWBP Kota Denpasar masa bakti 2026–2031 diharapkan mampu melanjutkan tradisi ngayah, menjaga warisan leluhur serta memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Denpasar.
Penulis/Editor: I Nyoman Arta W


