Kirab Merah Putih PPMKI, Semangat Nasionalisme Beriringan dengan Kecintaan pada Mobil Klasik

0
88
Foto: Jos Dharmawan Ketua Umum Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), 8/8/2026), di Kebon Vintage.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE.COM – Persatuan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) kembali membawa semangat nasionalisme melalui kegiatan Kirab Merah Putih, yang memadukan kecintaan terhadap kendaraan bersejarah dengan semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas otomotif untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kebangsaan.

Ketua Umum PPMKI, Om Jos Dharmawan, yang juga pemilik Museum Kebon Vintage Cars Bali mengatakan, kegiatan komunitas selama ini tidak hanya berorientasi pada hobi otomotif. PPMKI juga berupaya menjadikan kegiatan otomotif sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Dari dulu kegiatan kita memang sosial. Sejak pandemi kita sudah terbiasa melakukan kegiatan bersama. Kita berkumpul, saling membantu, dan membuat kegiatan yang bisa memberikan manfaat,” ujarnya.

Menurutnya, Kirab Merah Putih menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa komunitas kendaraan klasik juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Kendaraan-kendaraan klasik yang menjadi bagian dari kirab tidak hanya dipandang sebagai koleksi atau kendaraan bernilai sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah otomotif Indonesia.

“Mobil-mobil ini punya sejarah. Karena itu kita ingin kecintaan terhadap kendaraan klasik juga berjalan bersama dengan kecintaan kepada bangsa dan negara,” katanya.

Touring Sekaligus Mempererat Persaudaraan

Foto: Museum Kebon Vintage Cars Bali

Ia menjelaskan, kegiatan touring dan kirab juga menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai klub serta komunitas otomotif.

Kebersamaan tersebut dibangun melalui komunikasi yang intensif, baik melalui pertemuan langsung maupun grup komunikasi antarklub.

“Karena kita sering bertemu dan punya grup WhatsApp, kalau ada ide dari teman-teman kita share. Kalau ada yang membutuhkan bantuan, kita saling membantu,” jelas Om Jos.

Baca Juga:  Bawa Misi Lingkungan, Gubernur Koster Lepas Kontingen Pramuka Bali Menuju Jambore Nasional XII di Cibubur

Dalam berbagai kegiatan, panitia juga berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, termasuk menyediakan konsumsi dan perlengkapan pendukung.

Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari berbagai pihak secara spontan. Sejumlah perlengkapan yang diberikan antara lain kompor gas, cool box, kursi, tumbler, payung serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Kalau sponsor memang spontanitas. Kita berusaha meminta dukungan dari beberapa pihak. Lumayan banyak yang diberikan untuk membantu kegiatan,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelayanan berupa konsumsi, termasuk makan pagi sebelum kegiatan dimulai.

“Kalau ada kegiatan touring, kita usahakan melayani dengan baik supaya mereka senang. Kita siapkan makan pagi, karena itu memang sudah menjadi kebiasaan kita,” katanya.

Membawa Semangat Merah Putih

Menurut Om Jos, Kirab Merah Putih tidak sekadar menjadi kegiatan komunitas otomotif, tetapi juga menjadi media untuk mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui kegiatan yang positif.

Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa komunitas otomotif dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial, kebangsaan dan kemasyarakatan.

PPMKI berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga keberadaan komunitas mobil klasik tidak hanya menjadi ruang untuk menyalurkan hobi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Melalui Kirab Merah Putih, PPMKI ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kendaraan bersejarah dapat berjalan beriringan dengan semangat persaudaraan, kepedulian sosial dan nasionalisme.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Buka LKBB HUT RI ke-81, Tanamkan Semangat Disiplin dan Nasionalisme Generasi Muda

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat posisi komunitas otomotif sebagai bagian dari masyarakat yang turut menjaga nilai sejarah, budaya dan semangat kebangsaan di tengah perkembangan dunia otomotif yang semakin modern.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here