BEM Unwar Gelar Dialog Publik “Koster Menjawab”, Dorong Solusi Konkret Hadapi Krisis Lingkungan Bali

0
83
Foto: Gubernur Wayan Koster menerima Policy Brief dari Presiden BEM Universitas Warmadewa, dalam Dialog Publik, (24/4).

Denpasar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa menggelar dialog publik bertajuk “Koster Menjawab: Menelisik Masa Depan Bali di Tengah Ancaman Krisis Lingkungan” di Gedung Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa, Jumat (24/4/2026), dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan bersama Rektor Universitas Warmadewa. Forum ini menjadi ruang terbuka antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah untuk membahas secara langsung persoalan lingkungan, khususnya krisis sampah yang kini menjadi isu serius di Bali.

Presiden BEM Universitas Warmadewa, Putu Gde Raka Trisna Arisastra, menegaskan bahwa dialog publik tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi Bali yang menghadapi tantangan lingkungan semakin kompleks. Menurutnya, masalah lingkungan tidak bisa dibebankan semata kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kalangan kampus dan masyarakat luas.

“Kami membuka ruang dialog dengan mahasiswa, akademisi, dan pemerintahan dengan tujuan menemukan solusi konkret, karena kampus merupakan ruang demokrasi yang melahirkan gagasan untuk memberikan keberpihakan kepada kepentingan publik,” ujar Raka.

Baca Juga:  Jaya Negara dan Arya Wibawa Terima Aspirasi BEM se-Denpasar, Siap Tindak Lanjuti Kritik Mahasiswa

Dalam forum tersebut, BEM Unwar menghadirkan langsung Gubernur Bali Wayan Koster sebagai narasumber utama. Kehadiran Gubernur Bali didampingi Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si, dan Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, M.P., serta diikuti mahasiswa dan civitas akademika Universitas Warmadewa.

BEM Unwar memandang forum ini penting karena Bali sedang berada dalam situasi yang menuntut langkah bersama dalam menangani persoalan sampah, mulai dari pembatasan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga pembenahan sistem pengelolaan di tingkat hulu dan hilir. Dalam dialog itu, mahasiswa juga memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi faktual sampah di Bali beserta tantangan implementasi kebijakan yang selama ini berjalan.

BEM Unwar berharap, forum semacam ini tidak berhenti pada diskusi seremonial, melainkan ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan kolaboratif antara kampus, pemerintah, dan masyarakat. Kampus dinilai harus menjadi ruang intelektual yang aktif, kritis, dan solutif dalam merumuskan masa depan Bali yang lebih bersih, lestari, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Dari Pra Rakerkomwil IV Ke-21 APEKSI, Wali Kota Jaya Negara Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Berbagai Tantangan

Sementara Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si, meminta agar dialog publik tersebut dimanfaatkan secara baik oleh mahasiswa sebagai ruang menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan pembangunan, khususnya di bidang lingkungan. Ia menekankan pentingnya sikap kritis yang tetap mengedepankan etika dan sopan santun dalam menyampaikan pendapat.

“Kita bangga punya Gubernur yang hadir langsung menyambut aspirasi dan tuntutan mahasiswa berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan, khususnya lingkungan. Oleh karenanya, hadirlah di forum ini sebagai insan akademik yang tetap kritis, tetapi mengedepankan etika dan sopan santun dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya. (ar)

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here