
DENPASAR, KEN-KEN – Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali digaungkan di Kota Denpasar melalui penyelenggaraan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar oleh Tim Penggerak PKK dan Wanita Hindu Dharma Indonesia Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (9/6).
Kegiatan ini melibatkan peserta dari empat kecamatan se-Kota Denpasar, mulai dari kader PKK, Sekaa Teruna, tokoh masyarakat, hingga anak-anak dan pelajar.
Semarak kegiatan juga diramaikan dengan Lomba Macepat Disabilitas yang menjadi ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kecintaan mereka terhadap seni budaya Bali melalui tembang-tembang macepat.
Pelaksanaan berbagai lomba tersebut disaksikan langsung Ketua TP PKK sekaligus Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.
Turut hadir Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka; Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari; jajaran pengurus TP PKK dan WHDI Kota Denpasar; perwakilan perangkat daerah terkait; dewan juri; serta para peserta dan pendamping dari seluruh kecamatan di Kota Denpasar.
Melalui lantunan pupuh yang sarat makna, para peserta diajak untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya luhur sekaligus memperkuat semangat inklusivitas di tengah masyarakat.
Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan berbagai lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan, semangat gotong royong, serta pemahaman terhadap ajaran dan pemikiran Bung Karno kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kreativitas dan pembelajaran yang menyenangkan. Nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, dan semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno diharapkan dapat terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Antari Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I Wayan Budha, menjelaskan bahwa beragam cabang lomba dipertandingkan.
Adapun lomba tersebut antara lain Lomba Kuis Siapa Bisa, Lomba Simulasi, Lomba Yel-Yel Bung Karno, Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Pidato Bung Karno, serta Lomba Membaca Puisi.
Setiap lomba mengusung tema yang selaras dengan semangat Bulan Bung Karno, seperti tema “Kawya Atma Kerti” pada lomba simulasi dan cerdas cermat, serta “Bangkitkan Jiwa Pemimpin Bung Karno” pada lomba pidato.
Adapun lomba membaca puisi dan menyanyi lagu kebangsaan menjadi wadah bagi anak-anak dan pelajar untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui seni.
Setelah melalui proses penilaian dewan juri, para pemenang pun berhasil ditetapkan.
Pada Lomba Pidato Bung Karno, Juara I diraih I Made Ardita Arimbawa dari Kelurahan Tonja, Denpasar Utara.
Pada Lomba Yel-Yel Bung Karno, Juara I diraih tim Desa Sidakarya dari Denpasar Selatan.
Sementara pada Lomba Menyanyi Lagu Wajib Kebangsaan, Juara I diraih Luh Ratih Adita Pramesti dari Sumerta Kaja, Denpasar Timur.
Untuk Lomba Cerdas Cermat, Kecamatan Denpasar Utara berhasil keluar sebagai Juara I.
Pada Lomba Membaca Puisi Karya Bung Karno, Juara I diraih Ni Luh Putri Anggita Utami dari Desa Dauh Puri Kangin.
Sementara Juara I Simulasi PKK diraih Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.
“Melalui kegiatan Bulan Bung Karno diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter kebangsaan, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menumbuhkan semangat inklusivitas di tengah masyarakat,” ujar I Wayan Budha.
Melalui kegiatan ini, TP PKK dan WHDI Kota Denpasar berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus hidup dalam ruang keluarga, masyarakat, dan generasi muda.
Selain memperkuat kecintaan terhadap tanah air, kegiatan ini juga menjadi ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkarya, berekspresi, dan bersama-sama menjaga kebudayaan.
Editor: Ken


