Jaya Negara dan Arya Wibawa Terima Aspirasi BEM se-Denpasar, Siap Tindak Lanjuti Kritik Mahasiswa

0
79
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4).

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Kota Denpasar dalam kegiatan bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4/2026).

Sesuai tajuk kegiatan, forum ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Denpasar.

Berdasarkan data undangan, sebanyak 22 BEM perguruan tinggi diundang dalam kegiatan tersebut. Seluruh peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan saran demi kemajuan Kota Denpasar. Turut hadir dalam kesempatan itu Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kadis DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, OPD terkait, Ketua Forum Perbekel/Lurah I Gede Wijaya Saputra, serta Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Berbagai isu strategis menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam dalam forum tersebut, mulai dari penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual, hingga transparansi program pemerintah. Dalam kesempatan itu, BEM Universitas Udayana juga menyerahkan hasil penelitian beserta rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Juga:  Dari Pra Rakerkomwil IV Ke-21 APEKSI, Wali Kota Jaya Negara Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Berbagai Tantangan

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana, menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan perkotaan memang menjadi isu mendesak. Namun, menurutnya, perhatian pemerintah tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan juga harus mencakup pembenahan tata kelola ruang yang hingga kini dinilai masih memerlukan perbaikan menyeluruh.

“Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan yang menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.

“Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Presiden BEM Universitas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa atau Gung Pram. Ia menyoroti penanganan sampah yang saat ini menjadi isu publik utama, sekaligus mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah perkotaan melalui pendekatan yang sistemik dan transparan.

Baca Juga:  Bawa Misi Besar, Bupati Sanjaya Perjuangkan Peningkatan Fasilitas Kesehatan Tabanan hingga ke Pusat

Menurutnya, keterbukaan sistem informasi sangat penting agar masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time. Selain itu, ia juga menginisiasi transformasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menjadi TPS3R dengan menggandeng komunitas pecinta lingkungan guna memperkuat partisipasi publik dan edukasi berkelanjutan.

Upaya tersebut, kata dia, juga perlu diperkuat dengan pengembangan kanal pelaporan dan pengaduan yang responsif, serta pelaksanaan audit terbuka terkait penanganan dan inovasi persampahan di lingkungan kampus.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat diawasi bersama secara transparan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Gung Pram menambahkan bahwa BEM Unud juga akan mendorong pembentukan sentra pengolahan sampah di kampus yang digawangi langsung oleh mahasiswa sebagai pusat inovasi dan praktik nyata pengelolaan lingkungan.

Baca Juga:  BEM Unud Sampaikan Enam Tuntutan soal Sampah Bali, Dorong Pemerintah Bergerak Lebih Cepat

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM se-Kota Denpasar dalam forum Dengar Mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berdiskusi secara terbuka, sekaligus menampung kritik dan saran bagi pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka, dan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kajiannya, kritik serta saran untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Terkait persoalan sampah, Jaya Negara menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Denpasar terus berjibaku menangani persoalan tersebut dari hulu hingga hilir. Penanganan di hulu dilakukan melalui pemilahan sampah, pengolahan berbasis sumber dengan teba modern dan tong komposter, serta optimalisasi TPS3R.

Sementara di bagian tengah, Pemkot Denpasar terus mengoptimalkan operasional TPST di tiga lokasi. Sedangkan di hilir, pengiriman sampah residu diarahkan menuju TPA Suwung, dan cacahan kompos dikirim ke Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

“Untuk sampah saat ini kita masih berjibaku, dan peran masyarakat juga sangat penting untuk pemilahan dan pengolahan berbasis sumber, sembari menunggu operasional PSEL di tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Jaya Negara juga menyatakan sepakat dan siap menindaklanjuti berbagai usulan, saran, dan kritik mahasiswa ke dalam program kerja pemerintah. Hal tersebut mencakup pengawasan tata ruang, penanganan dan antisipasi pelecehan seksual, penanggulangan banjir, hingga peningkatan keterbukaan informasi publik.

“Saran dan masukan mahasiswa sangat kami perlukan, sehingga sinergi dan kolaborasi ini dapat menajamkan program pembangunan di Kota Denpasar yang tentunya memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan,” kata Jaya Negara.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here