Jaya Negara Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah Bersama Menteri LH

0
56
Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6).

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Serta Hotel, Restoran, dan Kafe atau Horeka dalam Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6).

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohamad Jumhur Hidayat.

Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, para pelaku usaha pariwisata, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Dampingi Kunker Menteri LH Jumhur Hidayat di Denpasar

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup telah menjalin kolaborasi kuat dalam upaya penanganan persoalan sampah.

Kolaborasi tersebut, kata dia, terutama diarahkan pada sektor Horeka yang menjadi salah satu penopang utama industri pariwisata Bali.

“Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Lingkungan Hidup terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penanganan sampah di sektor hotel, restoran, dan kafe. Tim kami juga telah beberapa kali turun langsung melakukan peninjauan serta memberikan pendampingan terkait arahan dan perhatian yang diberikan kepada pelaku industri pariwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, dalam satu tahun terakhir terdapat empat Tempat Pembuangan Akhir dan Tempat Pembuangan Sampah di sejumlah destinasi wisata yang sedang dalam proses penutupan.

Lokasi tersebut yakni TPA Suwung di Bali, TPA Piyungan di Yogyakarta, TPPAS Regional Sarimukti di Jawa Barat, dan TPSA Cipeucang di Tangerang Selatan, Banten.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata dalam mencari solusi bersama terhadap persoalan sampah yang dihadapi Bali sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Terima LHP dari BPK RI Perwakilan Bali, Kota Denpasar Raih Opini WTP Ke-14

“Masalah sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini seluruh kendala komunikasi dapat teratasi dan kita bisa bergerak bersama dalam menciptakan Bali yang bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohamad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi konkret dalam pengelolaan sampah.

Dalam kunjungannya ke Bali, Menteri Jumhur meninjau sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti TPST, TPS3R, serta TPA Suwung.

Dari hasil peninjauan tersebut, ia mengapresiasi upaya pemilahan sampah yang telah dilakukan masyarakat Bali.

“Saya melihat semangat dan upaya masyarakat Bali dalam memilah sampah sangat menggembirakan. Jika gerakan ini terus diperkuat, saya optimistis persoalan sampah dapat diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga citra positif Bali sebagai destinasi wisata dunia dengan menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama.

Menurutnya, rakor tersebut bukan ruang untuk saling menyalahkan, melainkan forum untuk mencari solusi bersama secara konkret.

“Rapat ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi mencari solusi. Dalam proses transisi pengelolaan sampah, kita juga tidak boleh mengabaikan masyarakat yang selama ini terlibat di dalamnya. Justru harus diberikan ruang agar dapat berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Menteri Jumhur turut mengapresiasi langkah Kota Denpasar yang telah mengaktifkan 23 unit TPS3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah di TPA, tetapi juga dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Produk tersebut antara lain kompos, media tanam, hingga bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Usai mengikuti rapat koordinasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber serta mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

Ia menegaskan, yang menjadi perhatian utama bukan penutupan TPA secara fisik, melainkan penghentian sistem open dumping sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup.

“Yang ditutup bukan TPA-nya, tetapi sistem open dumping sesuai arahan Bapak Menteri. Komitmen Kota Denpasar adalah mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, baik di sektor Horeka maupun seluruh lapisan masyarakat. Pelaku usaha juga telah menunjukkan komitmen untuk turut melakukan pengurangan dan pengolahan sampah,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkot Denpasar akan terus melakukan sosialisasi, pengawasan, dan pembinaan bersama sektor pariwisata.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan komitmen pengelolaan sampah dapat dilaksanakan secara konsisten, baik oleh pelaku usaha Horeka maupun masyarakat luas.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat dapat semakin kuat.

Dengan pengelolaan sampah berbasis sumber, pemilahan yang konsisten, serta penguatan TPS3R, Denpasar diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here