Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Hutan Bakau Sidakarya, Gandeng Sungai Watch

0
1046
Foto: TP PKK dan TP Posyandu bersama Sungai Watch, masyarakat dan relawan melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dalam Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Minggu (4/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Di Kota Denpasar, kegiatan yang digelar serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali pada Minggu (4/10/2026) tersebut dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan menggandeng Sungai Watch dan para relawan.

Kegiatan ini melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, masyarakat serta relawan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dari hulu hingga pesisir.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan. Masyarakat diajak membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya, dengan tujuan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aksi bersih-bersih sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilakukan secara serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan gerakan menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial dan semangat gotong royong.

Baca Juga:  Gubernur Koster Tutup UDG ke-33 Bali, Tekankan Regenerasi dan Ajeg Budaya Bali

Kegiatan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir. Selain kader PKK dan Posyandu, masyarakat dan relawan ikut terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Made Dwi Bagiasa menegaskan, persoalan sampah tidak dapat ditangani secara parsial. Sampah yang berasal dari permukiman maupun aliran sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut.

Karena itu, menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat. Upaya menjaga kebersihan sungai dan pesisir tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan, tetapi harus dibarengi perubahan perilaku dalam memperlakukan sampah.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali Putri Koster dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

“Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Saka Cetak Hat-trick, Inggris Taklukkan Prancis 6–4 dan Raih Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Gerakan tersebut dimulai dari lingkungan terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian diperluas ke ruang publik yang digunakan bersama.

Kegiatan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali juga menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi untuk melihat keberlanjutan gerakan di lapangan. Dengan pola kegiatan yang dilakukan secara rutin, gerakan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Kolaborasi bersama Sungai Watch dan relawan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya menjadi salah satu contoh bahwa menjaga kebersihan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Semangat gotong royong diharapkan tidak hanya muncul ketika kegiatan berlangsung, tetapi terus tumbuh dalam aktivitas sehari-hari.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: HumasPemprovBali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here