TP PKK Denpasar Perkuat Keluarga sebagai Garda Terdepan Kesiapsiagaan Bencana

0
44
Foto: Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat membuka Sosialisasi Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana di Gedung Santi Graha Denpasar, Jumat (21/8/2026).

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana melalui program Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana.

Program tersebut menyasar kader PKK tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kota Denpasar. Sosialisasi dibuka Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Gedung Santi Graha Denpasar, Jumat (21/8/2026).

Penguatan kesiapsiagaan keluarga dinilai penting karena penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat banyak dimulai dari lingkungan rumah tangga. Karena itu, kader PKK didorong memiliki pengetahuan mengenai risiko bencana, kebutuhan dasar dalam kondisi darurat, hingga langkah penanganan awal.

Baca Juga:

|Wali Kota Jaya Negara Lantik 81 Pejabat, Tekankan Inovasi, Digitalisasi dan Integritas Pelayanan Publik

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap kader PKK dapat memperoleh pemahaman dan acuan yang lebih baik untuk menyusun program kerja di wilayah masing-masing. Selanjutnya, program tersebut dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan program TP PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan,” ujar Ayu Kristi.

Ayu Kristi menjelaskan, program Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana merupakan salah satu implementasi program unggulan Pokja IV TP PKK yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan.

Program tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan program Pokja IV berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK X.

Menurutnya, penguatan program bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kesehatan, perencanaan sehat dan kesiapsiagaan bencana, serta penguatan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketiga aspek tersebut diharapkan dapat diterjemahkan kader PKK menjadi program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga dan masyarakat.

“Penguatan keluarga menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap melalui program ini dapat terwujud keluarga dan masyarakat yang mandiri, peduli terhadap kesehatan, sadar lingkungan, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bentuk bencana, baik bencana di lingkungan rumah tangga maupun bencana alam,” katanya.

Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, mengatakan PKK memiliki posisi strategis karena jejaringnya menjangkau keluarga melalui kelompok Dasa Wisma.

Karena itu, kader PKK diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

“Kita harus memastikan setiap keluarga di Denpasar memiliki pemahaman tentang risiko bencana di wilayahnya. Melalui program ini, kader PKK diharapkan dapat berperan aktif dalam mendata keluarga rentan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan kebutuhan dasar dalam kondisi darurat, termasuk tas siaga bencana di rumah,” ujar Sri Utari.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dibangun sejak sebelum bencana melalui edukasi, pemetaan risiko dan kesiapan keluarga.

Penguatan program juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor. TP PKK Kota Denpasar mendorong sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), fasilitas pelayanan kesehatan dan berbagai pihak terkait.

Sri Utari menambahkan, kesehatan keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh.

Selain kesiapsiagaan bencana, masyarakat juga perlu memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat, ketahanan pangan keluarga, serta dukungan sosial sehingga memiliki kemampuan untuk menghadapi dan memulihkan diri setelah terjadi bencana.

Baca Juga:

| Memasuki Hari Kedelapan, Tim SAR Kerahkan Helikopter Cari 4 Korban KMP Putri Yasmin

“Program ini bukan hanya tentang bagaimana kita tanggap ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana membangun keluarga yang sehat dan tangguh dalam menghadapi dampak pascabencana,” pungkasnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Ni Made Yanthi Ari Agustini dari BPBD Provinsi Bali, Noeheri Suwignjo Putra dari TP PKK Kota Denpasar, serta Ayu Paramita Antari selaku psikolog.

Turut hadir Ketua Koordinator Pokja IV TP PKK Kota Denpasar, Ida Ayu Widnyani Wiradana, Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, serta jajaran dan kader PKK lainnya.

Melalui penguatan kapasitas kader secara berjenjang, TP PKK Kota Denpasar berharap konsep keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari budaya kesiapsiagaan masyarakat Denpasar.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here