Bupati Adi Arnawa Jajaki Dukungan Inggris Atasi Kemacetan Badung dengan Transportasi Rendah Karbon

0
87
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Inggris untuk menjajaki dukungan teknis penanganan kemacetan dan pengembangan transportasi berkelanjutan di Badung, Jumat (21/8/2026).

BADUNG, KEN-KEN KHABARE – Pemerintah Kabupaten Badung menjajaki dukungan teknis Pemerintah Inggris untuk mempercepat penanganan kemacetan sekaligus membangun sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di kawasan pariwisata.

Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Inggris yang dipimpin Minister Counsellor for Development Peter Rajadiston bersama tim teknis dan mitra pelaksana dari PwC di Ruang Kriya Gosana I, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (21/8/2026).

Kerja sama yang dibahas mencakup pengembangan infrastruktur hijau, transportasi berkelanjutan, serta penataan mobilitas perkotaan. Langkah tersebut dinilai strategis mengingat Badung merupakan salah satu kawasan utama pariwisata Bali yang menghadapi tantangan kemacetan dan meningkatnya kebutuhan mobilitas.

Bupati Adi Arnawa mengatakan Pemkab Badung terbuka terhadap dukungan dan kerja sama internasional yang dapat menghasilkan solusi konkret bagi persoalan transportasi.

“Kami terbuka terhadap kerja sama yang memberikan solusi konkret bagi persoalan transportasi, kemacetan, dan infrastruktur hijau. Kami harap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam program aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan pariwisata Badung,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga:

| OKK PWI Bali Bekali Wartawan Pemahaman Profesi, Organisasi dan Kompetensi di Era Digital

Adi Arnawa menjelaskan, salah satu fokus Pemkab Badung saat ini adalah mempercepat penataan transportasi dan kelancaran lalu lintas, khususnya di kawasan pariwisata Kuta.

Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penyediaan kantong parkir terpusat, penertiban parkir liar di jalur umum, penataan pedestrian, hingga pengembangan transportasi publik dengan emisi karbon rendah.

Menurut Adi Arnawa, penataan ruang jalan menjadi tahapan penting sebelum penerapan moda transportasi publik berbasis jalur khusus. Karena itu, Pemkab Badung terlebih dahulu berupaya memastikan badan jalan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung kelancaran transportasi.

“Langkah awal kami adalah mengamankan ruang jalan dari parkir liar. Transportasi publik tidak akan efektif jika langsung diterapkan tanpa jalur khusus yang steril dari kemacetan jalur umum. Jika ruang jalan sudah steril, barulah kita terapkan moda transportasi khusus tersebut,” tegasnya.

Pemkab Badung juga tengah mematangkan persiapan sejumlah kantong parkir terpadu atau center park di lokasi strategis kawasan pariwisata dan pusat aktivitas masyarakat.

Skema parkir terpusat tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir sekaligus meningkatkan ketertiban pergerakan kendaraan dan pejalan kaki.

Kunjungan delegasi Pemerintah Inggris menjadi bagian dari tindak lanjut Strategic Partnership Indonesia-Inggris. Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan kunjungan kerja Gubernur Bali ke Inggris dalam rangka London Climate Action Week.

Dalam penjajakan tersebut, Pemerintah Inggris menawarkan dukungan teknis untuk pengembangan kawasan rendah emisi atau Ultra Low Emission Zone (ULEZ), serta mendukung transisi menuju sistem transportasi publik rendah karbon.

Baca Juga:

| Disrupsi Otoritas Pers di Era Media Sosial, Bang Edo Ingatkan Wartawan Perkuat Profesionalisme dan Literasi Hukum

Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, mengatakan Badung memiliki posisi penting dalam perekonomian dan pariwisata Bali sehingga pengembangan sistem mobilitas berkelanjutan menjadi hal strategis.

“Kabupaten Badung memegang peran kritis dalam perekonomian dan pariwisata Bali. Kami sangat kagum dengan visi Bapak Bupati serta prioritasnya yang jelas mengenai mobilitas perkotaan berkelanjutan,” kata Peter.

Ia menegaskan Pemerintah Inggris berkomitmen mendukung upaya Badung dalam mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau.

“Melalui kemitraan strategis ini, Pemerintah Inggris berkomitmen penuh mendukung upaya Badung mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau demi masa depan berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Pemkab Badung, dukungan teknis dari Pemerintah Inggris diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang mampu menjawab persoalan mobilitas secara konkret.

Penataan parkir, sterilisasi ruang jalan, peningkatan kualitas pedestrian, pengembangan transportasi publik, serta penerapan konsep kawasan rendah emisi menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan serta mempertahankan daya saing Badung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Sinergi Pemkab Badung dan Pemerintah Inggris diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan sistem transportasi yang lebih tertata, ramah lingkungan dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here