
TABANAN, KEN-KEN KHABARE – Pemerintah Kabupaten Tabanan mendorong penguatan UMKM sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut mendapat dukungan melalui pelaksanaan Peken Jasindo 2026 yang menghadirkan ruang promosi, transaksi, edukasi dan pemberdayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan Peken Jasindo 2026 yang digelar di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurut Sanjaya, Peken Jasindo bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan potensi ekonomi daerah dengan kebutuhan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Sanjaya.
Sanjaya menilai pemilihan Tabanan sebagai lokasi kegiatan memiliki relevansi kuat dengan potensi ekonomi daerah. Sebagai daerah agraris, Tabanan memiliki sumber bahan baku yang dapat mendukung pengembangan berbagai usaha masyarakat.
Ia menyebut terdapat sekitar 900 UMKM di Tabanan yang menjadi bagian dari potensi ekonomi kerakyatan daerah.
“Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.
Menurut Sanjaya, keberadaan UMKM harus ditempatkan sebagai bagian aktif dalam pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, ruang promosi dan transaksi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dinilai penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.
“Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sanjaya menilai Peken Jasindo 2026 membawa pesan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan.
Baca Juga:
| 25 Jurnalis Perkuat Kontingen PWI Bali di Porwanas XV/2027 Lampung, Bidik Medali dari 4 Cabor
“Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi konsep kegiatan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari bazar UMKM, pendidikan, edukasi lingkungan, pengembangan sumber daya manusia melalui digitalisasi, pelayanan publik hingga perlindungan keselamatan dan kesehatan.
“Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” kata Sanjaya.
Ia berharap Peken Jasindo dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih panjang antara Jasindo, Pemerintah Kabupaten Tabanan, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, yang mencakup pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi penyandang disabilitas, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.
Selain menghadirkan puluhan bazar UMKM, Peken Jasindo juga diisi program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan serta doorprize.
Baca Juga:
| Sekda Eddy Mulya Paparkan Sembagi Arutala, Inovasi Korpri Denpasar Lindungi Pekerja Rentan
Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya.
Menurut Andy, berbagai kegiatan seperti bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas jejaring dan mengembangkan usahanya.
Jasindo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pelaksanaan Peken Jasindo 2026.
Selain program pemberdayaan UMKM, kegiatan tersebut turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pelaksanaan Peken Jasindo juga menerapkan konsep zero waste event sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat, Peken Jasindo 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan promosi, tetapi menjadi momentum memperkuat UMKM Tabanan agar semakin mandiri, berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Penulis/Editor: I Nyoman Arta W


