Hadiri Uleman Karya di Pura Kayu Gede Kastuba, Bupati Adi Arnawa Tegaskan Adat dan Budaya Fondasi Pariwisata Badung

0
61
Foto: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7).

BADUNG, KEN-KEN – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kamis (30/7/2026).

Kehadiran Bupati Badung menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi Bali yang selama ini menjadi fondasi utama pembangunan serta keberlanjutan sektor pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa mengikuti persembahyangan bersama krama pengempon pura dan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan yadnya.

Dalam sambrama wacananya, Adi Arnawa menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan adat dan keagamaan bukan sekadar memenuhi agenda seremonial.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung, hidup dan berkembang karena ditopang oleh adat, budaya, dan tradisi yang bernafaskan agama Hindu. Tugas pemerintah adalah memastikan kebudayaan ini tetap terawat tanpa membebani ekonomi krama,” ujar Adi Arnawa.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung berasal dari sektor pariwisata. Karena itu, manfaat pembangunan harus kembali dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan.

“PAD Badung yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan berbagai program bantuan untuk meringankan beban warga dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan,” katanya.

Adi Arnawa menegaskan keberlangsungan industri pariwisata Bali tidak dapat dipisahkan dari eksistensi adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, apabila nilai-nilai budaya mengalami kemunduran, maka daya tarik pariwisata dan perekonomian masyarakat juga akan ikut terdampak.

“Jika adat dan budaya tidak kita jaga bersama, pariwisata akan terganggu dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, PAD kita kembalikan penuh untuk meringankan beban krama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah harus tetap berlandaskan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Badung terus menjalankan berbagai program sosial bagi masyarakat.

Program tersebut meliputi bantuan tunai sebesar Rp2 juta per kepala keluarga menjelang Hari Raya Galungan, insentif Rp3 juta bagi warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas setiap hari ulang tahun, serta bantuan Rp1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan warga yang mengalami sakit menahun (bedridden).

Di bidang infrastruktur, pemerintah juga mempercepat pembangunan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Adi Arnawa mengatakan salah satu fokus pembangunan saat ini adalah penanganan kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Kuta Utara yang menjadi pusat aktivitas wisata.

Baca Juga:  Hadiri Karya Agung di Pura Segara Bengiat, Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti dan Tegaskan Komitmen Dukung Adat Bali

“Fokus saya saat ini diarahkan pada penguraian kemacetan di kawasan GWK dan Kuta Utara yang menjadi salah satu titik padat aktivitas pariwisata. Dumogi bantuan yang diberikan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sehingga karya dapat berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, AA. Putu Mayun, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya di Pura Kayu Gede Kastuba.

Menurutnya, bantuan pemerintah sangat membantu krama pengempon dalam membiayai pelaksanaan karya yang membutuhkan anggaran besar.

“Atas nama pribadi dan mewakili krama pengempon pura, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan tersebut sangat membantu penyelenggaraan karya utama yang membutuhkan pembiayaan besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Karya di Pura Gede Batur Pererenan, Bupati Adi Arnawa Ajak Krama Jaga Budaya dan Pariwisata Badung

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Bendesa Adat Kerobokan Kaja beserta jajaran, serta krama pengempon Pura Kayu Gede Kastuba.

Pelaksanaan uleman karya berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat ngayah, mencerminkan kuatnya komitmen masyarakat bersama pemerintah dalam menjaga warisan adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual Bali sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pewarta & Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here