Hadiri Karya di Pura Gede Batur Pererenan, Bupati Adi Arnawa Ajak Krama Jaga Budaya dan Pariwisata Badung

0
55
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan dan persembahyangan bersama dalam Karya Melaspas di Pura Gede Batur, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Rabu (29/7/2026).

BADUNG, KEN-KEN – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian Karya Melaspas, Mecaru, Mendem Pedagingan, Pedudusan Alit, serta Ngelinggihan di Pura Gede Batur, Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Rabu (29/7/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat terus menjaga kelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan pariwisata Badung.

Karya yang bertepatan dengan Buda Paing Krulut, Rahina Purnama Sasih Karo itu dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Gede Kangkang bersama Pemangku Pura Gede Batur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan sebagai bagian dari rangkaian penyucian pura. Ia juga meninjau Gedong Ratu Nyoman beserta senderan di kawasan pura sebelum melaksanakan persembahyangan bersama pengempon dan krama sebagai wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Persembahyangan tersebut sekaligus menjadi doa bersama agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar, labda karya, dan membawa kerahayuan bagi masyarakat.

Turut hadir Camat Mengwi, Perbekel Desa Pererenan, Bendesa Adat Pererenan, tokoh masyarakat, serta para pengempon Pura Gede Batur.

Dalam sembrama wecana-nya, Adi Arnawa memberikan apresiasi atas semangat ngayah dan kebersamaan krama Desa Adat Pererenan dalam menyukseskan pelaksanaan karya.

Menurutnya, yadnya yang dilandasi ketulusan bukan hanya menjadi bentuk pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga merupakan upaya nyata menjaga warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

“Saya mengajak seluruh krama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat menyama braya, serta mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung. Keberhasilan pembangunan tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Ia menegaskan bahwa kekuatan desa adat, budaya gotong royong, dan kebersamaan masyarakat merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara dalam menghadapi perkembangan zaman.

Adi Arnawa juga menyoroti perkembangan Desa Pererenan yang kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Badung.

Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan agar citra pariwisata Badung tetap terjaga di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga:  Hadiri Ngenteg Linggih Pura Dalem Ambengan, Bupati Adi Arnawa Serahkan Hibah Rp1,9 Miliar

“Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat sektor pariwisata, termasuk melalui pembangunan ruas-ruas jalan baru di sejumlah titik strategis sebagai upaya mengurangi kemacetan dan mendukung aktivitas masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang berpijak pada konsep Tri Hita Karana dan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya menyasar aspek infrastruktur, tetapi juga harus mampu menjaga kesucian pura, memperkuat adat dan budaya, serta menumbuhkan semangat menyama braya di tengah masyarakat.

Sementara itu, Perwataka Karya Made Sena Yudana menjelaskan seluruh rangkaian karya dilaksanakan berdasarkan hasil paruman krama dan mengikuti tahapan upakara mulai dari atur piuning, mecaru, hingga prosesi keagamaan lainnya.

Baca Juga:  Suzuki XL7 Terbaru Meluncur, Tampil Lebih Berani dengan Fitur Keselamatan Lengkap dan Teknologi Hybrid

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung yang telah hadir bersama masyarakat dalam pelaksanaan karya tersebut.

Menurutnya, rangkaian karya akan ditutup dengan upacara Mesineb yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026.

Made Sena Yudana menjelaskan pembangunan fisik Pura Gede Batur menghabiskan anggaran lebih dari Rp4 miliar, penataan taman sekitar Rp350 juta, biaya upakara sekitar Rp350 juta, serta pembuatan pelawatan Ida Betara Sesuhunan sekitar Rp1 miliar, meliputi Pelawatan Barong Ratu Nyoman, Ratu Mas Rarung, dan Ratu Ayu Sakti.

Seluruh pembiayaan tersebut berasal dari swadaya masyarakat.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Badung dapat terus berlanjut untuk mendukung pembangunan dan pelestarian Pura Gede Batur,” ujarnya.

Pelaksanaan karya ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat Desa Adat Pererenan dalam menjaga kesucian pura sekaligus melestarikan adat, agama, seni, dan budaya Bali sebagai identitas daerah yang mendukung keberlanjutan pariwisata Badung.

Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here