Pemkot Denpasar Perkuat Pembinaan Telajakan, Dukung Transformasi Posyandu 6 SPM dan Pelestarian Lingkungan

0
38
Foto: Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama jajaran Pemkot Denpasar meninjau pembinaan lokus Telajakan sebagai persiapan Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 di wilayah Denpasar, Senin (27/7/2026).

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat penataan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat melalui pembinaan lokus Telajakan sebagai persiapan menghadapi Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar bersama perangkat daerah terkait ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus mendukung implementasi transformasi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).

Pembinaan sesi I dan II dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) di wilayah Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara. Tim pembina meninjau sejumlah lokus, yakni Perumahan Permata Hijau di Lingkungan Bhuana Desa, Kelurahan Padangsambian, Dusun Batukandik di Desa Padangsambian Kaja, Banjar Dharma Santi di Desa Ubung Kaja, serta Banjar Cengkilung di Desa Peguyangan Kangin.

Turut hadir Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Sekretaris DPMD Kota Denpasar Agus Tresna Yasa, Camat Denpasar Barat Wayan Yusawara, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, para perbekel, lurah, serta jajaran terkait.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi Aparatur, Pemkot Denpasar Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menegaskan bahwa penataan telajakan memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui transformasi Posyandu yang kini mengusung enam Standar Pelayanan Minimal.

Menurutnya, lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata tidak hanya menciptakan kawasan yang indah, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman.

“Melalui transformasi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal, penataan telajakan memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang bersih dan tertata akan mendukung aspek kesehatan, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan lingkungan yang nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembinaan telajakan tidak semata-mata dilakukan untuk menghadapi perlombaan, tetapi menjadi bagian dari gerakan membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Buka Temu Usaha 2026, Dorong UMKM Denpasar Naik Kelas

Menurutnya, telajakan merupakan identitas lingkungan yang mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta kearifan lokal Bali yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kami berharap seluruh desa, kelurahan, banjar, kader Posyandu, kader PKK, serta masyarakat terus bergotong royong menjaga telajakan yang bersih dan sehat sebagai identitas Kota Denpasar. Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting dalam mewujudkan Denpasar yang sehat, berbudaya, sekaligus memperkuat implementasi Posyandu 6 SPM,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPMD Kota Denpasar, Agus Tresna Yasa, menjelaskan bahwa Kota Denpasar akan mengikutsertakan 10 lokus pada Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yaitu pembinaan dengan bobot 30 persen, kesesuaian fungsi telajakan sebesar 30 persen, serta kebersihan dan keindahan dengan bobot 40 persen.

Agus Tresna Yasa menambahkan, pembinaan akan dilanjutkan pada sesi berikutnya di wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Timur sebagai bagian dari pemantapan seluruh lokus yang akan mewakili Kota Denpasar.

Ia optimistis pembinaan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menata ruang terbuka di lingkungan masing-masing sehingga telajakan tetap terpelihara sebagai ruang hijau yang bersih, asri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan dan keindahan telajakan merupakan bagian dari implementasi layanan Posyandu 6 SPM yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here