STAH Dharma Nusantara Jakarta Luncurkan Program Magister Pendidikan Agama Hindu, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

0
32
Foto: Peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta yang dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Jumat (24/7/2026).

“Program Pascasarjana Diharapkan Menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Hindu yang Unggul, Inovatif, dan Berkarakter” Dharma

JAKARTA, KEN-KEN – Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta secara resmi meluncurkan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, Jumat (24/7/2026). Kehadiran program pascasarjana tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan tinggi keagamaan Hindu sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan magister yang berkualitas.

Peluncuran program studi tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., pimpinan STAH Dharma Nusantara Jakarta, tokoh agama, akademisi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu menjadi bagian dari komitmen STAH Dharma Nusantara Jakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Hindu yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai dharma.

Program tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu menghasilkan sumber daya manusia Hindu yang unggul, profesional, berkarakter, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Rangkaian peluncuran juga diisi dengan talkshow bertema “Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Pendidikan Hindu untuk Mencetak Generasi Berdaya Saing Global.”

Forum akademik tersebut membahas pentingnya membangun sinergi antara pelestarian budaya, pemanfaatan teknologi, dan penguatan nilai-nilai Hindu dalam menghadapi tantangan pendidikan pada era global.

Foto: Peluncuran Program Magister Pendidikan Agama Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta, (24/7), Jakarta.

Talkshow menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H., dan I Ketut Budiasa, S.T., M.M.

Dalam pemaparannya, kedua narasumber menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan identitas budaya dan nilai-nilai luhur agama Hindu.

Baca Juga:  Hari Anak Nasional 2026 di Denpasar Usung "Sastraning Rare", Wawali Arya Wibawa Ajak Lindungi Hak Anak dan Bangun Masa Depan

Pendidikan Hindu dinilai perlu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi dinamika global.

Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Hindu dalam membangun kualitas umat.

“Peluncuran Program Magister STAH Dharma Nusantara Jakarta adalah sebuah langkah awal yang sangat membanggakan sekaligus menjadi amanah yang besar. Ini menunjukkan bahwa STAH Dharma Nusantara Jakarta terus berkembang dan berkomitmen memberikan akses pendidikan Hindu yang lebih tinggi dan berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai satu-satunya perguruan tinggi Hindu di Jakarta, STAH Dharma Nusantara Jakarta ingin menjadi tempat lahirnya generasi Hindu yang memiliki kemampuan akademik, menjunjung tinggi nilai-nilai dharma, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:  Banggar DPRD Denpasar dan Pemkot Bahas KUA-PPAS 2027, Target PAD Rp2,14 Triliun Disoroti

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. I Nengah Duija, memberikan apresiasi atas pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Hindu di Indonesia.

“Ini capaian yang luar biasa bagi STAH Dharma Nusantara Jakarta. Mudah-mudahan ke depan dapat berintegrasi dengan baik. Saya berharap program ini terus berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan Hindu yang unggul, inovatif, dan inklusif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi umat Hindu, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menilai kehadiran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan akar budaya, spiritualitas, dan semangat kebangsaan.

“Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, Sekolah Tinggi Agama Hindu mempersiapkan perjuangan bangsa ke depan menuju Generasi Emas 2045, tepat 100 tahun Indonesia, melalui pendidikan magister. Ini sangat penting,” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun peradaban yang maju sekaligus memperkuat karakter bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

Melalui peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, penguatan sinergi antara nilai budaya, inovasi teknologi, spiritualitas, dan kualitas akademik diharapkan mampu melahirkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Kegiatan peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta turut mendapat dukungan dari Head of Corporate Communication Indonesia Financial Group, I Gede Suhendra, M.M., sebagai sponsor kegiatan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here