Hari Anak Nasional 2026 di Denpasar Usung “Sastraning Rare”, Wawali Arya Wibawa Ajak Lindungi Hak Anak dan Bangun Masa Depan

0
45
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Anak Denpasar bertema "Sastraning Rare" di Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (24/7).

“Festival Anak Denpasar Jadi Ruang Kreativitas, Pelestarian Budaya, dan Kepedulian Lingkungan bagi Generasi Muda

Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 melalui Festival Anak Denpasar dengan mengusung tema “Sastraning Rare Denpasar” di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (24/7). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreativitas, melestarikan budaya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Puncak peringatan Hari Anak Nasional di Kota Denpasar dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar I Wayan Duaja, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, perwakilan Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Suparmi Wandhira, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Mulya, pimpinan perangkat daerah, para guru, serta ratusan peserta didik.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa mengatakan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan penuh kasih sayang bagi tumbuh kembang mereka.

Hal tersebut sejalan dengan tema nasional Hari Anak Nasional Tahun 2026, yakni “Sayangi Anak, Lindungi Haknya, Bangun Masa Depan.”

“Anak-anak adalah anugerah sekaligus harapan masa depan bangsa. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan mengembangkan potensi dan meraih cita-citanya,” ujar Arya Wibawa.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Serahkan Santunan Kematian kepada Keluarga Dua Veteran Pejuang

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru bagi anak-anak. Oleh karena itu, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi membangun karakter, meningkatkan literasi digital, serta membimbing anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Arya Wibawa menegaskan, sebagai Kota Layak Anak kategori Utama, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai program perlindungan anak, mulai dari peningkatan layanan perlindungan anak, pengembangan Sekolah Ramah Anak, peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan pencegahan stunting, penyediaan ruang publik ramah anak, hingga penguatan literasi digital.

“Mari bersama menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Anak Denpasar 2026, Putu Satya Andika, menjelaskan bahwa tema “Sastraning Rare Denpasar” dimaknai sebagai cahaya pengetahuan dan kreativitas anak-anak Denpasar.

Melalui festival tersebut, anak-anak didorong menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli terhadap lingkungan, serta berani berpartisipasi sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Banggar DPRD Denpasar dan Pemkot Bahas KUA-PPAS 2027, Target PAD Rp2,14 Triliun Disoroti

Rangkaian Festival Anak Denpasar 2026 telah diawali dengan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif, seperti penanaman bibit bunga gemitir, Talkshow Nyampah Denpasar yang berhasil menggerakkan pengumpulan sekitar dua ton food waste, aksi Beach Cleanup, hingga roadshow Forum Anak Daerah ke sejumlah sekolah.

Sebagai puncak kegiatan, diselenggarakan enam perlombaan, yakni Lomba Mewarnai tingkat TK, Pemanfaatan Barang Purna Pakai, Gending Rare, Nyurat Aksara Bali, Mesatua Bali, dan Cerdas Cermat tingkat SMP.

“Festival ini kami rancang bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan pengalaman belajar, aksi nyata, serta ruang partisipasi bagi anak-anak. Kami ingin anak-anak Denpasar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, dan berani menjadi pelopor perubahan sejak hari ini,” ujar Putu Satya Andika.

Pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tersebut juga dilaksanakan penyerahan Piagam Sekolah Ramah Anak, penghargaan kepada para pemenang lomba, serta berbagai penampilan seni dari anak-anak.

Acara semakin semarak dengan penampilan para juara lomba, Band Disabilitas Berkebutuhan Khusus UPTD PLD, pertunjukan drama, penampilan Band APSAI, hingga hiburan dari bintang tamu.

Melalui Festival Anak Denpasar 2026, Pemerintah Kota Denpasar berharap dapat memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan, menanamkan kecintaan terhadap budaya Bali, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mewujudkan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here