
DENPASAR, KEN-KEN – Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, secara resmi menutup kegiatan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi ibu hamil, balita, dan lansia di Banjar Tangguntiti, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (22/4/2026).
Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian 10 kali pertemuan pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, Lurah Tonja I Gede Oka Darmawan, perwakilan Dinas Kesehatan, jajaran TP PKK, serta kader Posyandu dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ayu Kristi menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan peserta atas keberhasilan pelaksanaan program yang berjalan konsisten hingga sepuluh pertemuan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Posyandu Paripurna dengan enam standar pelayanan minimal ini. Mudah-mudahan tujuan dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peran Posyandu saat ini telah mengalami transformasi. Tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai ujung tombak pelaporan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Apapun permasalahan di lingkungan, tidak hanya soal kesehatan, bisa dilaporkan di Posyandu. Kader nantinya akan menyampaikan secara berjenjang sehingga masalah sosial dan lingkungan dapat tertangani,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan, Ayu Kristi juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya pemilahan sampah dari sumber rumah tangga sebagai bagian dari gerakan bersama.
“Sistem pengelolaan sampah intinya ada pada pemilahan. Mari kita dukung program pemerintah agar kita bisa segera terbebas dari permasalahan sampah,” tegasnya.
Meski program Posyandu Paripurna telah resmi ditutup, pihaknya berharap pelayanan Posyandu tetap berlanjut secara mandiri dengan dukungan penuh dari kader dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Banjar Tangguntiti, I Putu Karmana, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan kelompok rentan.
Selama pelaksanaan, Posyandu Paripurna telah melayani 50 lansia dan pra-lansia, 50 balita, serta 3 ibu hamil secara rutin, termasuk melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang didukung DPMD Kota Denpasar.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus melanjutkan pelayanan Posyandu reguler untuk menjangkau warga yang belum terlayani,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen pelayanan kesehatan masyarakat akan terus berlanjut setiap bulan, termasuk bagi warga di luar kuota program Posyandu Paripurna sebelumnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan dalam menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan lansia, serta memastikan keselamatan ibu hamil di Kota Denpasar, khususnya wilayah Denpasar Utara.
Editor: Ken


