Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Hari Mangrove Sedunia 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

0
33
Foto: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan penanaman Pohon Mangrove serangkaian Puncak Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan di seputaran area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar pada Minggu (26/7) pagi.

Penanaman 15.000 Bibit Mangrove di Tahura Ngurah Rai Perkuat Mitigasi Perubahan Iklim dan Konservasi Pesisir

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Puncak Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (26/7).

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan diselenggarakan oleh PLN Indonesia Power tersebut mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.

Puncak peringatan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Moh. Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, unsur pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga:  TP PKK Denpasar Borong Prestasi di HKG PKK ke-54 Provinsi Bali, Raih Juara I Lomba Paduan Suara

Sebagai bagian dari aksi nyata pelestarian lingkungan, sebanyak 15.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan pesisir Tahura Ngurah Rai.

Di sela kegiatan, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem pesisir.

Menurutnya, pelestarian mangrove menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ujar Arya Wibawa.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar terus mendukung berbagai program konservasi lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo, mengatakan keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola kawasan secara berkelanjutan.

Menurutnya, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan contoh keberhasilan konservasi yang mampu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Bali Perkuat Sinergi dengan Ombudsman RI, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, pengelolaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Ridho berharap kolaborasi antara PLN Indonesia Power, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar model konservasi berbasis masyarakat seperti di Batu Lumbang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau karena didukung wilayah laut yang luas dan ekosistem mangrove terbesar di dunia.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tersebut harus dijaga melalui upaya rehabilitasi dan perlindungan mangrove agar mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jumhur menjelaskan bahwa mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon sekitar empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya.

Karena itu, penanaman satu hektare mangrove dinilai setara dengan sekitar empat hektare vegetasi daratan dalam menyerap emisi karbon.

“Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi penting untuk mengimbangi peningkatan emisi karbon akibat aktivitas ekonomi sekaligus mendukung target pengendalian perubahan iklim,” ujarnya.

Melalui penanaman ribuan bibit mangrove tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pesisir, mengurangi dampak perubahan iklim, serta mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari bagi generasi mendatang.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here