Wawali Kota Arya Wibawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon

0
67
Foto: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4).

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa juga menyerahkan secara simbolis bantuan hibah sebesar Rp200 juta dari Pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung pelaksanaan karya sekaligus penyelesaian renovasi merajan.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan warga dalam menyukseskan upacara yadnya tersebut. Menurutnya, pelaksanaan karya ini merupakan bentuk nyata penguatan nilai-nilai spiritual dan budaya di tengah masyarakat.

“Upacara ini merupakan wujud bakti dan keimanan umat dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan tempat suci yang telah direnovasi agar tetap lestari dan berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Buka Advokasi Desa Pangan Aman, Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Berbasis Komunitas

“Semoga keberadaan merajan ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi pangempon serta masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Putu Wira Yudha Segara, menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 April 2026 dan mencapai puncaknya pada hari ini, seiring rampungnya renovasi merajan.

“Kami bersyukur renovasi merajan ini dapat diselesaikan secara gotong royong. Terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah Berdampak ke Bali, Balinomics Susun Strategi Antisipasi

Pelaksanaan karya ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan komitmen masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya Bali. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para pangempon dapat terus menjalankan swadharma serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi mendatang.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here