Sinergi Pemprov Bali dan OJK Diperkuat, Koster Dorong Kolaborasi Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

0
320
Foto: Gubernur Koster menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Ruang Uluwatu, Kantor OJK Bali, Denpasar, Selasa (14/4/2026).

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Ruang Uluwatu, Kantor OJK Bali, Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, Koster mengapresiasi hubungan erat yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Bali, OJK, dan Bank Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis tersebut telah memberi kontribusi nyata dalam memperkuat sektor perbankan sekaligus menjaga ekosistem perekonomian Bali tetap tumbuh positif.

“Sinergi dan kolaborasi dengan lembaga keuangan di Bali berjalan sangat baik dalam mendukung ekosistem perekonomian, termasuk memperkuat perbankan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Koster juga menyoroti capaian ekonomi Bali yang tetap menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan. Pada tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali tercatat mencapai 7,05 juta orang, atau meningkat sekitar 750 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai lebih dari 16,3 juta orang.

Baca Juga:  Satpol PP Denpasar Kembali Tertibkan Baliho dan Spanduk di Fasilitas Umum

Menurut Koster, angka tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap kuat, meskipun daerah ini menghadapi berbagai persoalan seperti kemacetan, sampah, dan kampanye negatif di media sosial.

“Bali tetap dicintai wisatawan. Astungkara, kunjungan terus meningkat,” katanya.

Di bidang ekonomi, Bali juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,82 persen, yang menempatkannya di posisi empat nasional. Capaian ini dinilai istimewa karena Bali tidak memiliki sumber daya tambang seperti sejumlah daerah lain di Indonesia. Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga disebut meningkat, kesenjangan menurun, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai angka 79.

Koster menegaskan, sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung utama ekonomi Bali dengan kontribusi sekitar 66 persen terhadap perekonomian daerah. Bahkan, Bali menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional, atau setara Rp176 triliun dari total Rp319 triliun secara nasional.

“Bali ini kecil, tetapi berkah. Kontribusinya sangat besar bagi nasional,” ujarnya.

Meski demikian, Koster mengakui bahwa tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata juga membawa dampak lanjutan berupa berbagai persoalan yang harus ditangani secara serius, mulai dari kemacetan, keterbatasan infrastruktur, sampah, ketersediaan air, hingga ketahanan pangan.

Baca Juga:  Dr. I Wayan Rideng Paparkan Naskah Akademik Raperda Pemberdayaan Ormas Kabupaten Badung

Karena itu, menurutnya, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan OJK, agar pertumbuhan ekonomi Bali tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kualitas pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyinggung upaya pelestarian budaya Bali yang terus dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pemberian insentif bagi keluarga yang memiliki anak ketiga dan keempat dengan nama tradisional Nyoman dan Ketut, sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur Bali tetap hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hermawan Bekti Sasongko menegaskan bahwa pengukuhan Kepala OJK Provinsi Bali bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menilai Bali merupakan contoh daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, meskipun di saat yang sama juga menghadapi berbagai tantangan akibat tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata.

“Permasalahan di Bali adalah problem of success, dampak dari kesuksesan itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Jadi Harapan Baru Bali

Hermawan juga menyoroti pentingnya peran UMKM dan lembaga keuangan, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dalam menggerakkan ekonomi Bali. OJK, lanjutnya, akan terus mendorong profesionalisme serta memperkuat pengawasan di sektor jasa keuangan agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga secara sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Parjiman resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Provinsi Bali sejak awal Maret 2026, menggantikan Kristrianti Puji Rahayu. Ia akan memimpin pengawasan sektor jasa keuangan di Bali, termasuk dalam upaya penertiban lembaga keuangan ilegal.

Menutup sambutannya, Koster berharap kepemimpinan baru di OJK Bali dapat melanjutkan kinerja yang selama ini telah berjalan baik, sekaligus memperkuat peran sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here