Tinjau Proyek PSEL Bali, Wawali Arya Wibawa Terima Kunjungan Dewan Pengawas Danantara

0
1051
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Prof. Dr. Muliaman Darmansyah Hadad dan jajaran terkait meninjau perkembangan proyek PSEL Bali di Pedungan, Denpasar Selatan, Kamis (5/11/2026). Ist.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara, Prof. Dr. Muliaman Darmansyah Hadad, dalam rangka meninjau perkembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali di Jalan Raya Pelabuhan Nomor 7X, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Provinsi Bali, BPI Danantara, PT PLN (Persero), PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara, Prof. Dr. Muliaman Darmansyah Hadad, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy di Bali yang dinilai menunjukkan kemajuan positif dan konkret.

Menurutnya, proyek PSEL Bali memiliki potensi menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, investor, hingga unsur TNI dinilai menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem pengelolaan proyek secara terintegrasi.

Ia berharap proyek tersebut tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan, kesehatan, kehidupan sosial, dan perekonomian masyarakat.

“Proyek PSEL Bali diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pengelolaan sampah nasional yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Puskesmas Blahbatuh II Gelar Cek Kesehatan Gratis di Suzuki United Indobali Gianyar, Sasar 57 Karyawan

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, menyambut baik kunjungan tersebut.

Arya Wibawa mengatakan, persoalan sampah merupakan salah satu tantangan perkotaan yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, pengembangan PSEL Bali diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Melalui penerapan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Arya Wibawa.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, memaparkan perkembangan teknis pembangunan fasilitas PSEL Bali.

Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari dengan potensi produksi listrik sebesar 240 GWh per tahun.

Proyek yang dibangun di atas lahan seluas enam hektare itu memiliki kapasitas energi rata-rata 30 megawatt (MW) dan ditargetkan rampung dalam waktu 24 bulan.

Baca Juga:  Terima Tim BPK RI Bali, Pemkab Badung Jalani Pemeriksaan Kepatuhan Semester II 2026

Dari sisi perizinan dan persiapan teknis, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta rekomendasi teknis ketinggian bangunan dari otoritas bandara telah diperoleh.

Penyusunan Basic Engineering Design juga telah rampung dengan menghasilkan 386 gambar desain. Sementara itu, mesin dan peralatan utama saat ini sedang dalam proses pemesanan dan fabrikasi.

Fadli menjelaskan, pekerjaan konstruksi berupa pemancangan menggunakan metode bore pile telah menyelesaikan 723 titik dari total 1.100 titik yang direncanakan. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.

Selain itu, pembangunan pondasi waste bunker dan incinerator tengah berjalan dengan target penyelesaian pada Maret 2027.

Selama masa konstruksi, proyek PSEL Bali diperkirakan melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja.

Perkembangan pembangunan tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Bali. Melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, proyek ini diarahkan untuk menghadirkan solusi lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here