Bertepatan dengan Pagerwesi, Pemkab Tabanan Gelar Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka Alas Purwo

0
1032
Foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran Pemkab Tabanan mengikuti persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Banyuwangi, Rabu (4/11/2026). Foto: Dokumentasi Pemkab Tabanan.

TABANAN, KEN-KENKHABARE – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, kawasan Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi tersebut menjadi wujud sraddha dan bhakti sekaligus upaya memperkuat kebersamaan serta menjaga tradisi keagamaan umat Hindu.

Baca Juga:  Pertalite dan Pertamax Kosong di Sejumlah SPBU Gianyar, Warga Menunggu Pasokan

Persembahyangan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., bersama Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, camat, serta kepala perangkat daerah bersama staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Rangkaian Bhakti Penganyar berlangsung khidmat melalui persembahyangan bersama yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Melalui momentum suci tersebut, diharapkan sraddha dan bhakti umat semakin meningkat serta mampu menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, di antaranya Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Jaya Negara dan Arya Wibawa Terima Aspirasi BEM se-Denpasar, Siap Tindak Lanjuti Kritik Mahasiswa

Persembahan seni tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana persembahyangan. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, penampilan tersebut juga merupakan wujud pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap kegiatan ini semakin memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta sraddha dan bhakti umat.

Bhakti Penganyar juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam lingkungan sebagaimana tercermin dalam ajaran Tri Hita Karana.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai-nilai spiritual dan budaya diharapkan terus terpelihara serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimTabanan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here