Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Jero Abian Timbul, Teguhkan Makna Gotong Royong

0
1050
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah pada rangkaian karya di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, Sabtu (24/10/2026). (Ist)

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah atau mepandes pada rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, dan Nyurud Ayu di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10/2026).

Kehadiran Jaya Negara dalam kegiatan tersebut menjadi wujud bhakti sekaligus semangat gotong royong dalam pelaksanaan upacara keagamaan umat Hindu. Rangkaian karya ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan krama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa upacara metatah atau mepandes merupakan bagian dari upacara Manusa Yadnya yang sarat makna spiritual. Upacara ini menjadi bagian penting dalam menyambut kedewasaan sekaligus simbol pengendalian diri terhadap Sad Ripu, yakni enam sifat musuh dalam diri manusia.

“Pelaksanaan metatah ini merupakan salah satu implementasi visi Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat gotong royong dalam mewujudkan bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan upacara ini, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras dan harmonis,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Dukung Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Gubernur Koster Hadiri Manuver Lapangan LKO Kogabwilhan II di Sanur

Nilai kebersamaan tersebut tercermin melalui keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan upacara. Semangat ngayah menjadi salah satu bentuk partisipasi krama dalam menjalankan kewajiban keagamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan adat.

Ketua Panitia, I Gusti Ketut Wijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Pemerintah Kota Denpasar. Ia secara khusus mengapresiasi kesediaan Wali Kota Jaya Negara untuk turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kehadiran Bapak Wali Kota yang turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah. Kami berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar hingga selesai,” ungkap Gusti Ketut Wijaya.

Ia menjelaskan, rangkaian karya telah dimulai pada 18 Oktober 2026 dengan upacara matur piuning, nanceb pampang, dan nuasen karya.

Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi metatah. Adapun puncak upacara Wraspati Kalpa, Nyurud Ayu, dan Mejaya-jaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026).

Baca Juga:  Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Tebar Kasih Sayang Lewat Gerakan Berbagi dan Penguatan UMKM Bali

Panitia berharap seluruh rangkaian upacara berjalan lancar serta menjadi wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Lebih dari itu, pelaksanaan karya di Jero Abian Timbul diharapkan terus memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan krama, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat serta beragama di Kota Denpasar.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here