Dukung Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Gubernur Koster Hadiri Manuver Lapangan LKO Kogabwilhan II di Sanur

0
47
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Manuver Lapangan LKO Kogabwilhan II di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (8/8/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan dukungannya terhadap penguatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan menghadiri Manuver Lapangan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Tahun Anggaran 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Sabtu (8/8/2026).

Manuver lapangan yang digelar Kodam IX/Udayana tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan yang berlangsung pada 3–9 Agustus 2026. Latihan difokuskan pada simulasi taktis penanganan kondisi darurat akibat bencana alam secara terpadu, khususnya di wilayah pesisir.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi antara unsur TNI dan instansi sipil dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga:  Putri Koster Ajak Perempuan Bali Berani Jadi Womenpreneur Tanpa Tinggalkan Jati Diri

Dalam pelaksanaannya, manuver lapangan juga digunakan untuk menguji berbagai prosedur operasional, kesiapan posko, pola komunikasi serta koordinasi antarpersonel dalam menghadapi kondisi darurat bencana.

Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster mencerminkan dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap upaya memperkuat sistem kesiapsiagaan dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana.

Sinergi tersebut dinilai penting mengingat penanganan bencana membutuhkan koordinasi yang cepat dan terpadu, mulai dari tahap kesiapsiagaan, penanganan kondisi darurat hingga proses pemulihan.

Melalui latihan bersama seperti ini, berbagai unsur terkait dapat menguji kesiapan sekaligus mengidentifikasi berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul ketika menghadapi situasi bencana sebenarnya.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Buka Lokasabha PW AWBP Kota Denpasar, Dorong Penguatan Organisasi dan Bhakti kepada Leluhur

Khususnya di wilayah pesisir, kesiapan personel, prosedur evakuasi, koordinasi antarlembaga serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan masyarakat.

Latihan LKO Kogabwilhan II juga memperlihatkan pentingnya keterpaduan antara kekuatan pertahanan dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman nonmiliter, termasuk bencana alam.

Pemerintah Provinsi Bali diharapkan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur terkait sehingga setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, terpadu dan terkoordinasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam IX/Udayana, Kasdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Wadan Diklat Pusat, Danlanal, Danlanud, Pangkogabwilhan II, serta Wakapolda Bali.

Pelaksanaan latihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun budaya kesiapsiagaan bencana di Bali, sehingga seluruh unsur pemerintahan, aparat dan masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here