Bupati Adi Arnawa Serahkan Hibah Rp1,7 Miliar untuk Karya Ngenteg Linggih di Pura Pucak Arantaja

0
1038
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bantuan hibah upakara sebesar Rp1,7 miliar kepada Ketua Panitia Karya I Wayan Lasya untuk pelaksanaan Upacara Ngenteg Linggih di Pura Pucak Arantaja, Desa Petang, Senin (19/10/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan hibah upakara sebesar Rp1,7 miliar untuk mendukung pelaksanaan Upacara Ngenteg Linggih Pedudusan Agung di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci, Desa Petang, Senin (19/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kesejahteraan petani dan menjaga keberlanjutan subak di Kabupaten Badung.

Bantuan yang bersumber dari APBD Induk Tahun Anggaran 2026 itu diserahkan secara simbolis kepada Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya. Penyerahan berlangsung saat prosesi Nodya Caru Rsi Gana, Melaspas, dan Mendem Pedagingan, yang merupakan rangkaian upacara di Pura Pucak Arantaja.

Adi Arnawa mengatakan, bantuan hibah tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam meringankan beban pembiayaan krama adat yang melaksanakan kegiatan keagamaan. Dukungan itu juga berkaitan dengan upaya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan sebagaimana terkandung dalam filosofi Tri Hita Karana.

Menurutnya, keberadaan Pura Pucak Arantaja memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan petani dan keberlangsungan subak. Pura tersebut diempon oleh krama petani dari sejumlah subak yang berada di wilayah Kecamatan Petang dan Kecamatan Abiansemal.

Baca Juga:  Gubernur Koster Paparkan Modul Literasi Keuangan Bali di Hadapan Penguji OJK Awards 2026

“Aspek kelestarian subak sangat bergantung pada kesejahteraan para petaninya. Sebagai pura yang diempon oleh para petani, keberadaan pura ini sangat penting demi kelangsungan subak kita yang ada di Kabupaten Badung,” ujar Adi Arnawa.

Ia menegaskan, Pemkab Badung berkomitmen memberikan dukungan kepada petani, termasuk melalui program beasiswa Nak Badung bagi anak-anak petani. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu keluarga petani sekaligus mendorong generasi muda agar tetap memiliki kebanggaan terhadap profesi di sektor pertanian.

“Petani ini merupakan pahlawan kita dan saya ingin petani Badung benar-benar bangga menjadi petani,” katanya.

Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung atas bantuan yang diberikan kepada krama pengempon Pura Pucak Arantaja. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi bagian penting dalam membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan yang selama ini juga ditopang melalui swadaya masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Badung Matangkan Sistem E-Kinerja ASN, Fokus pada Penilaian Objektif dan Akuntabel

Lasya menjelaskan, Pura Pucak Arantaja diempon oleh krama dari tujuh subak yang tersebar di Kecamatan Petang dan Kecamatan Abiansemal. Total luas lahan pertanian yang berada dalam cakupan subak tersebut mencapai 810 hektare, dengan jumlah krama sekitar 2.025 orang.

Data tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara keberadaan pura, kehidupan sosial masyarakat adat, dan aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Ia menyampaikan, rangkaian upacara berjalan lancar. Puncak Karya dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 dan akan dipuput oleh Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Oka Watulumbang Manuaba.

“Atas nama seluruh krama pengempon, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah,” kata Lasya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Petang beserta unsur Tripika Kecamatan, Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, perbekel dan bendesa se-Kecamatan Petang, tokoh masyarakat, serta krama pengempon pura.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here