Atasi Macet Gatsu Barat-Canggu, Pemkab Badung Dalami Solusi Terowongan Bawah Tanah

0
1045
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti audiensi bersama PT Pendar Cahaya Nusantara dan mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS) untuk membahas alternatif pembangunan tunnel bawah tanah sebagai solusi kepadatan lalu lintas Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu di Puspem Badung, Kamis (24/9/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Pemerintah Kabupaten Badung mulai mendalami alternatif pembangunan terowongan bawah tanah (tunnel) untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada koridor strategis Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu.

Pendalaman tersebut dilakukan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui audiensi lanjutan bersama PT Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS) di Puspem Badung, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan membahas sejumlah aspek penting, mulai dari teknologi dan kapasitas tunnel, estimasi investasi, skema pembiayaan, hingga tahapan implementasi.

Bupati Adi Arnawa mengatakan, pembangunan infrastruktur bawah tanah menjadi salah satu alternatif yang perlu dikaji untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas jalan tanpa melakukan intervensi lahan permukaan dalam skala besar.

“Pembangunan infrastruktur bawah tanah menjadi salah satu alternatif yang perlu kami kaji untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas tanpa melakukan intervensi lahan permukaan dalam skala besar. Kita ingin menghubungkan jalur-jalur strategis seperti Canggu dengan infrastruktur bawah tanah yang ke depan dapat diintegrasikan dengan moda transportasi modern,” ujar Adi Arnawa.

Koridor Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu mendapat perhatian karena pertumbuhan permukiman, aktivitas ekonomi dan pariwisata terus memberikan tekanan terhadap kapasitas jaringan jalan di permukaan.

Menurut Adi Arnawa, keterbatasan ruang di wilayah Badung membutuhkan pendekatan pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap tata ruang dan kebutuhan mobilitas jangka panjang.

Karena itu, rencana tunnel tidak hanya dilihat sebagai proyek konstruksi, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan sistem transportasi.

“Karena itu, aspek konektivitas, kapasitas jaringan, keberlanjutan lingkungan, kebutuhan masyarakat, hingga efisiensi pembiayaan harus dihitung sejak tahap awal. Rencana ini harus ditempatkan dalam kerangka perencanaan transportasi, bukan semata proyek konstruksi,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, tim STECS yang dipimpin Xu Xuelin, bersama PT Pendar Cahaya Nusantara yang diwakili Suprapto, memaparkan sejumlah alternatif konfigurasi tunnel, mulai dari satu hingga tiga terowongan.

Baca Juga:  Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali Jadi Titik Awal Kemandirian Energi Nasional

Dari sisi teknologi konstruksi, STECS memaparkan penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM). Namun, teknologi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik geologi wilayah, kedalaman tunnel, struktur tanah, serta aspek keselamatan di permukaan.

Artinya, belum terdapat keputusan final mengenai konfigurasi maupun teknologi yang akan digunakan. Seluruh opsi masih menjadi bagian dari proses pendalaman teknis.

Selain teknologi, audiensi juga membahas alternatif pembiayaan pembangunan, termasuk kemungkinan penerapan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Skema tersebut membutuhkan kajian kelayakan lebih lanjut serta penyesuaian dengan kemampuan fiskal daerah dan ketentuan pembiayaan infrastruktur pemerintah.

Adi Arnawa menegaskan bahwa inovasi pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan bersama prinsip kehati-hatian, khususnya terkait aspek regulasi dan pengadaan.

“Yang kita dorong adalah perencanaan yang matang, baik dari sisi teknis, efisiensi biaya, pembiayaan maupun regulasi pengadaannya. Karena ini merupakan infrastruktur strategis, setiap tahapan harus dihitung secara komprehensif,” jelasnya.

Hasil pembahasan awal tersebut selanjutnya akan menjadi bahan referensi dalam penyusunan roadmap dan feasibility study (FS).

Studi kelayakan akan menilai rencana dari berbagai aspek, antara lain teknis, ekonomi, finansial, lingkungan, kelembagaan, serta kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga:  Gubernur Koster Dorong Kreativitas Anak Muda Bali Lewat Kompetisi Mixology & Flair Bartender

Dengan demikian, rencana pembangunan tunnel Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu masih berada pada tahap pengkajian dan belum memasuki keputusan pembangunan.

Pemkab Badung perlu memastikan setiap aspek dihitung secara komprehensif sebelum menentukan kelanjutan proyek, mengingat pembangunan infrastruktur bawah tanah memiliki konsekuensi teknis, pembiayaan, lingkungan, tata ruang, dan kelembagaan yang kompleks.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekda Badung I.B. Surya Suamba, Asisten II I Made Agus Aryawan, jajaran Kepala Dinas PUPR, Bappeda, BPKAD, perwakilan Dinas Perhubungan, Bagian Kerja Sama, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, serta Bagian Hukum Setda Badung.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here