
BADUNG, KEN-KENKHABARE – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta mengajak para lanjut usia (lansia) untuk tetap aktif, sehat, terus belajar, serta bijak memanfaatkan media sosial di tengah perkembangan teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan Yunita saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan inklusi Sekolah Lansia Berdaya yang digelar Pimpinan Daerah Aisyiyah Badung di Ruang Pertemuan Gosana III, Sekretariat DPRD Badung, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Lansia Berdaya, Sehat, dan Bijak Bermedia Sosial di Era Digital” dan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Badung Hj. Zachrolina serta jajaran pengurus dan peserta Sekolah Lansia Berdaya.
Dalam pemaparannya, Yunita yang juga merupakan anggota aktif DPRD Badung menekankan bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti bergerak, belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Ia mengajak masyarakat mengubah pandangan bahwa lansia merupakan kelompok yang pasif dan hanya membutuhkan bantuan.
“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup, belajar, berbagi, dan bermanfaat tidak pernah mengenal batas. Lansia bukan kelompok yang harus selalu dibantu, melainkan sumber pengalaman, kebijaksanaan, kasih sayang, serta bagian penting dari keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Yunita, pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan modal sosial yang dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, lansia perlu diberikan ruang untuk tetap beraktivitas, berinteraksi, dan mengambil bagian dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Yunita juga menjelaskan konsep “Lansia Berdaya” yang mencakup kemandirian, keaktifan, produktivitas, serta kesehatan fisik dan mental.
Untuk menjaga keberdayaan tersebut, lansia dapat melakukan berbagai aktivitas sederhana sesuai kemampuan, seperti berkebun, membaca, memasak, maupun kegiatan lain yang memberikan manfaat dan menjaga interaksi sosial.
Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga dapat membantu menjaga semangat dan produktivitas lansia.
Selain menjaga kesehatan dan aktivitas sehari-hari, Yunita mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital di kalangan lansia.
Perkembangan teknologi dan media sosial memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi. Namun, penggunaannya perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi.
“Di era digital saat ini, kita semua harus tetap cakap dan bijak dalam memanfaatkan media sosial, terutama dalam menyaring informasi agar terhindar dari berita bohong (hoaks),” tambahnya.
Ia mendorong para lansia untuk tidak ragu mempelajari teknologi, tetapi tetap berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial.
Sementara itu, Ketua Panitia Siti Khalifah menjelaskan, program Sekolah Lansia Berdaya merupakan instruksi dari Majelis Kesehatan Sosial Pusat.
Program tersebut dirancang sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap para lansia di Kabupaten Badung agar tetap memiliki semangat hidup, mampu berbagi pengalaman, serta dapat menjadi mentor bagi generasi muda.
Melalui Sekolah Lansia Berdaya, para peserta diharapkan tetap memiliki ruang untuk belajar dan berinteraksi sehingga keberadaan lansia tetap bermakna di tengah perubahan dan perkembangan zaman.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBdg


