Pemkot Denpasar Gandeng BWC dan PepsiCo Kelola Sampah Kemasan untuk Fasilitas Publik

0
1037
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima produk hasil pengolahan sampah kemasan dalam kolaborasi Pemkot Denpasar bersama Bali Waste Cycle dan PepsiCo di Taman Kota Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (18/9/2026).

Papan Nama Taman Kota Jadi Percontohan Pemanfaatan Hasil Daur Ulang

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Pemerintah Kota Denpasar memperkuat pengelolaan sampah kemasan melalui kolaborasi dengan Bali Waste Cycle (BWC) dan dukungan PepsiCo. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah kemasan untuk fasilitas publik di Kota Denpasar.

Peluncuran dan penyerahan produk hasil pengolahan sampah berlangsung di Taman Kota Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Jumat (18/9/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa.

Melalui kolaborasi ini, sampah kemasan plastik pascakonsumsi, termasuk jenis multi-layer plastic yang memiliki tantangan dalam proses daur ulang, diolah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Produk yang dihasilkan antara lain papan multifungsi dan papan petunjuk (signpost) ramah lingkungan untuk mendukung fasilitas di ruang publik. Salah satu penerapannya dapat dilihat melalui papan nama di kawasan Taman Kota Sewaka Dharma.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Buka MTQ XXXI Kota Denpasar, Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa juga menerima sejumlah produk hasil pengolahan sampah, mulai dari papan nama hingga produk yang dikembangkan untuk mendukung pembuatan kaki palsu.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pemanfaatan hasil daur ulang sebagai fasilitas publik memberikan manfaat ganda. Selain mendukung kebersihan dan estetika ruang publik, fasilitas tersebut juga dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai potensi sampah yang dikelola dengan baik.

“Ketika masyarakat melihat sendiri sampah kemasan bisa diolah menjadi fasilitas publik hingga kaki palsu, ini menjadi edukasi yang baik. Ke depan, pemanfaatannya akan terus kami dorong, termasuk untuk bangku taman dan fasilitas publik lainnya,” ujar Arya Wibawa.

Menurutnya, pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah di ruang publik dapat memperlihatkan secara langsung kepada masyarakat bahwa sampah kemasan tidak selalu berakhir sebagai residu apabila dikelola melalui proses yang tepat.

Founder dan Direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang, mengatakan BWC bersama TPS3R Eka Panca Guna Buana Lestari, Desa Pemecutan Kelod, mengembangkan dan mengoptimalkan peralatan pengolahan sampah lokal.

Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah kemasan bekas makanan ringan, termasuk kemasan yang selama ini memiliki tantangan untuk didaur ulang.

Hasil pengolahan selanjutnya dapat dimanfaatkan menjadi papan multifungsi untuk mendukung kebutuhan fasilitas publik.

Perbekel Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra mengatakan, wilayahnya yang terdiri atas 15 banjar menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Karena itu, desa memaksimalkan peran bank sampah sekaligus membangun kemitraan dengan BWC.

“Melalui kolaborasi ini, sampah anorganik diolah menggunakan mesin pencacah dan pemroses modern sehingga tidak hanya mengurangi beban residu, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” katanya.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Doakan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Desa lan Pura Puseh Delodbrawah Labda Karya

Sementara itu, Senior Director of Corporate Affairs APAC PepsiCo, Laura Keith, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap inovasi lokal dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Selain dimanfaatkan sebagai fasilitas umum, hasil pengolahan sampah plastik juga dikembangkan untuk mendukung pembuatan kaki palsu dengan melibatkan penyandang disabilitas.

Kolaborasi Pemkot Denpasar, BWC, TPS3R, dan sektor swasta tersebut memperlihatkan pemanfaatan sampah kemasan tidak berhenti pada pengumpulan dan pengolahan, tetapi diarahkan menjadi produk yang dapat digunakan kembali sekaligus memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here