Gubernur Koster Terima Hibah Aset UT Senilai Rp4,89 Miliar, Lahan Pemprov Bali Dikembalikan

0
1084
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto saat penandatanganan berita acara serah terima lahan dan hibah aset UT kepada Pemprov Bali di Gedung Baru UT Denpasar, Jalan Raya Sesetan, Kamis (17/9/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Universitas Terbuka (UT) Denpasar menyerahkan hibah aset berupa gedung, peralatan, dan mesin kepada Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp4,89 miliar, sekaligus mengembalikan lahan milik Pemprov Bali seluas 1.975 meter persegi di Jalan Gurita, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Serah terima tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru Universitas Terbuka Denpasar, Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9/2026).

Aset yang diserahkan terdiri atas satu unit gedung dan bangunan dengan nilai perolehan Rp4.148.127.000, serta 169 unit peralatan dan mesin dengan nilai perolehan Rp746.159.250. Dengan demikian, total nilai perolehan Barang Milik Universitas Terbuka yang dihibahkan mencapai Rp4.894.286.250.

Berawal dari Pemanfaatan Lahan Pemprov Bali

Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menjelaskan, pemanfaatan lahan milik Pemprov Bali tersebut bermula dari izin pemerintah daerah melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 863/01-F/HK/2007.

Lahan inventaris Pemprov Bali itu kemudian digunakan sebagai lokasi Sekretariat Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar. Pemanfaatannya dituangkan dalam Perjanjian Pinjam Pakai Nomor 028/2518/PPA.Aset tanggal 21 April 2015 yang berlaku selama lima tahun hingga 21 April 2020, kemudian dilanjutkan melalui perpanjangan kerja sama pada 2021.

Di atas lahan tersebut, UT membangun gedung seluas sekitar 1.106 meter persegi pada 2008. Pembangunan gedung didukung Izin Mendirikan Bangunan Nomor 02/52/187/DS/DP/2010 tertanggal 11 Januari 2010.

“Di tempat inilah pelayanan pendidikan jarak jauh UT tumbuh bersama masyarakat Bali dan ikut memperluas akses pendidikan tinggi,” ujar Prof. Ali.

Menurutnya, pengembalian aset merupakan bagian dari penataan tata kelola Barang Milik Universitas Terbuka setelah UT Denpasar menempati gedung baru di Jalan Raya Sesetan sejak 2024.

“Seiring berakhirnya pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, UT mengambil langkah untuk mengembalikan hak pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali dan melalui mekanisme hibah, menyerahkan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin milik UT yang berada di dalamnya,” jelasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan aset yang diserahkan UT memiliki nilai manfaat bagi Pemprov Bali karena bangunan tersebut masih layak digunakan.

Sebelum acara serah terima, Koster melihat langsung kondisi gedung di Jalan Gurita.

“Tadi saya sudah melihat gedungnya, itu masih sangat layak, tinggal rapi-rapi sedikit, sudah bisa dipakai lagi. Jadi nilainya tadi kalau tidak salah Rp4,89 miliar,” ujar Koster.

Foto: Sesi photo bersama usai penandatanganan hibab dari Rektor UT ke Gubernur Wayan Koster

Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor UT atas hibah tersebut. Menurutnya, aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat maupun menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Terima kasih kepada Bapak Rektor atas hibah asetnya yang akan sangat bermanfaat bagi Pemprov Bali di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun juga menjalankan organisasi pemerintahan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan ikatan emosionalnya dengan Universitas Terbuka. Ia mengungkapkan pernah terlibat dalam proses pendirian UT ketika menjadi anggota Komisi X DPR RI.

Koster mengatakan ketertarikannya terhadap pengembangan pendidikan jarak jauh telah muncul sejak mengawali karier di Balitbang Kemendikbud RI pada 1988. Saat itu, ia banyak melakukan riset mengenai kebijakan peningkatan kualitas dan model layanan pendidikan.

Baca Juga:  Puskesmas Blahbatuh II Gelar Cek Kesehatan Gratis di Suzuki United Indobali Gianyar, Sasar 57 Karyawan

“Salah satu yang kita pelajari adalah bagaimana menangani pelayanan pendidikan untuk Indonesia yang begitu luas. Negara kepulauan, jumlah penduduknya banyak dan kondisi ekonomi kurang mampu,” urainya.

Menurut Koster, karakter geografis Indonesia membutuhkan model layanan pendidikan yang mudah dijangkau, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan wilayah dengan akses geografis yang sulit.

“Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu di antaranya adalah UT,” ujarnya.

Koster menilai UT telah berkembang dengan baik sejak didirikan pada 1988. Ia melihat perkembangan gedung, sistem pembelajaran, pemanfaatan teknologi, hingga tata kelola UT semakin maju.

“Gedungnya bagus, sistem pembelajaran makin maju, teknologi juga sudah diberdayakan dengan baik, tata kelola bagus, peminatnya sudah sangat tinggi,” ungkapnya.

Melihat perkembangan tersebut, Koster meminta UT mengambil peran dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Bali, yang menurutnya saat ini masih berada di bawah 40 persen.

UT juga diharapkan dapat mendukung program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat Bali terhadap pendidikan tinggi.

Kepala BPKAD Bali I Ketut Maduyasa mengatakan Pemprov Bali akan segera menindaklanjuti pemanfaatan aset tersebut. Gedung akan terlebih dahulu ditata dan diperbaiki sebelum digunakan.

“Nanti akan kami bahas apa yang akan kita tugaskan di situ. Apakah perangkat daerah atau badan milik Pemprov Bali bisa ditempatkan di sana untuk menjalankan tugas pemerintahan Provinsi Bali,” ungkapnya.

Dengan demikian, pengembalian lahan sekaligus hibah aset UT tersebut menjadi bagian dari penataan administrasi dan pemanfaatan aset daerah, sementara gedung yang masih layak akan dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan Pemerintah Provinsi Bali.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here