FKUB dan GOW Badung Perkuat Toleransi Berbasis Keluarga

0
1037
Foto: Wakil Bupati Badung sekaligus Ketua FKUB Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua GOW Badung Putu Yunita Oktarini menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan kerukunan dan toleransi berbasis keluarga di Puspem Badung, Senin (31/8/2026). Ist.

Kolaborasi Organisasi Perempuan Jadi Agen Kerukunan, Dorong Edukasi Toleransi hingga Generasi Muda

BADUNG, KEN-KEN KHABARE – Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Badung terus dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung menggandeng Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sebagai agen penggerak kerukunan berbasis keluarga dan komunitas.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua FKUB Badung Bagus Alit Sucipta dan Ketua GOW Badung Putu Yunita Oktarini di Ruang Pertemuan Wakil Bupati, Puspem Badung, Senin (31/8/2026).

Wakil Bupati Badung sekaligus Ketua FKUB Badung, Bagus Alit Sucipta, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas penguatan kerukunan dari tingkat kelembagaan hingga lingkungan keluarga.

Melalui PKS tersebut, GOW Badung ditetapkan sebagai agen penggerak kerukunan yang berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ruang lingkup kerja sama meliputi sosialisasi, pembinaan toleransi di tingkat keluarga, serta penguatan kapasitas organisasi perempuan.

“GOW memiliki posisi strategis karena menghimpun berbagai organisasi perempuan di Badung, termasuk yang berlatar belakang keagamaan beragam. Tujuannya bersama-sama menyebarkan kedamaian dan toleransi,” sebut Bagus Alit Sucipta.

Bagus Alit menegaskan, kerukunan tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah maupun komunikasi antarpemangku kepentingan. Nilai toleransi harus diterjemahkan dalam kehidupan sosial sehari-hari hingga tingkat keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Wamenkes Puji Pustu Dauh Puri, Soroti Stunting Bali dan Inovasi Damakesmas Denpasar

Menurutnya, komunikasi lintas agama menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah potensi konflik, terutama ketika terdapat momentum keagamaan yang berlangsung berdekatan.

“Kalau kita berbicara kerukunan, semuanya tidak bisa kita hanya di atas dan pemangku kebijakan saja. Harus bisa diimplementasikan sampai tingkat bawah,” katanya.

Ia mencontohkan pengalaman di Badung, ketika koordinasi antarmajelis agama dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan pada momentum keagamaan.

Pendekatan melalui komunikasi dan dialog, menurutnya, dapat menjadi cara efektif dalam menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.

Bagus Alit juga mendorong komunikasi rutin antara FKUB, majelis agama, Kesbangpol, dan GOW. Menurutnya, stabilitas sosial memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan pembangunan dan sektor pariwisata Badung.

Baca Juga:  Cerminan Toleransi dan Kebersamaan Dalam Keberagaman Tabanan, Bupati Sanjaya Hadiri Ramah Tamah Perayaan Cap Go Meh

“Yang perlu kita laksanakan adalah menjaga stabilitas masyarakat guna menopang keberlanjutan pembangunan dan pariwisata, bukan pada saat ada sesuatu kita bertemu. Kita harus membangun komunikasi dan bertemu secara berkala,” jelasnya.

Ia optimistis apabila kerukunan dan stabilitas sosial dapat terus terjaga, Badung akan semakin kuat sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata di Bali.

Sementara itu, Ketua GOW Badung Putu Yunita Oktarini menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, jejaring organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW dapat menjadi kekuatan strategis untuk menyebarluaskan nilai toleransi dan keberagaman.

Edukasi tidak hanya akan diarahkan kepada anggota organisasi perempuan, tetapi juga kepada generasi muda.

“Ini merupakan tugas mulia bagi kami. Kami siap memberikan edukasi, baik itu sesama perempuan, sesama organisasi wanita di internal kami, hingga mengedukasi anak-anak muda,” ujarnya.

Yunita mengatakan GOW ingin turut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman.

Selain memperkuat toleransi, GOW juga berkomitmen ikut mencegah berkembangnya paham radikalisme di tengah masyarakat melalui pendekatan edukatif dan penguatan nilai kebersamaan.

Kolaborasi FKUB dan GOW Badung diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat toleransi dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas. Dengan komunikasi yang terjaga dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, kerukunan diharapkan semakin kokoh sebagai fondasi pembangunan Badung yang aman, harmonis, dan berkelanjutan.

Editor: I N Arta W

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here