Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur Dashat Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

0
1038
Foto: Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar bersama kader Posyandu Kesiman Kertalangu mengikuti pelatihan ketahanan pangan, Dapur Dashat, keamanan pangan, PMT dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Ist.

Poltekkes Kemenkes Denpasar Perkuat Kapasitas Kader Posyandu melalui Edukasi Pangan, Gizi dan Lingkungan

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, bergizi, dan berkelanjutan.

Kader Posyandu Diperkuat

Kepala Desa Kesiman Kertalangu I Made Suena, S.T., menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Denpasar tersebut.

Menurutnya, materi yang diberikan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan kader, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai penggerak kesehatan masyarakat di tingkat keluarga dan lingkungan.

Ketahanan Pangan Keluarga Jadi Fondasi

Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga.

Materi tersebut menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, serta sesuai dengan kebutuhan setiap anggota keluarga.

Menurut Suiraoka, kemampuan keluarga dalam menyediakan dan mengelola pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

Sementara itu, I Gusti Ayu Widarti, DCN., M.Kes., menyampaikan materi mengenai keamanan pangan dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai bagian dari edukasi pengolahan makanan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

Baca Juga:  Semarak Bulan Bung Karno, TP PKK dan WHDI Denpasar Gelar Beragam Lomba Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Semangat Inklusivitas

Selain aspek pangan dan gizi, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan rumah tangga.

D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber serta pengolahan sampah organik rumah tangga.

Pengelolaan lingkungan yang baik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat.

Dengan demikian, pencegahan stunting tidak hanya dilihat dari aspek makanan dan gizi, tetapi juga dikaitkan dengan keamanan pangan serta kebersihan lingkungan keluarga.

Para kader Posyandu tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga mengikuti praktik dan diskusi.

Metode tersebut dilakukan untuk memperkuat pemahaman kader agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus diteruskan kepada masyarakat.

Ketua Tim Pengabdi I Putu Suiraoka mengatakan, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan tidak dapat dilakukan hanya melalui satu sektor.

Keluarga perlu memiliki kemampuan menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, serta masyarakat.

Baca Juga:  Seluruh Fraksi DPRD Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkot Denpasar Ajukan KUA-PPAS 2027

Sinergi tersebut penting agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat,” ujar Suiraoka.

Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting di Desa Kesiman Kertalangu diharapkan dapat dilakukan secara lebih komprehensif, berbasis keluarga, dan berkelanjutan.

Editor: I N Arta W

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here