Ny. Putri Koster Tekankan Transformasi Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Masyarakat

0
1040
Foto: Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat membuka Bimtek Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 yang diikuti 111 kader Posyandu dari Kabupaten Jembrana di Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026).

Bimtek Bina Posyandu Angkatan XI Diikuti 111 Kader dari Kabupaten Jembrana

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Hal tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026).

Menurut Ny. Putri Koster, Posyandu telah mengalami transformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Keenam bidang tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Transformasi tersebut menempatkan Posyandu sebagai salah satu garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga desa.

Baca Juga:  Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Dimulai dari 14 PLTS di 6 Provinsi

Karena cakupan tugas yang semakin luas, Ny. Putri Koster menilai peningkatan kapasitas dan kompetensi kader menjadi kebutuhan penting.

Kader Posyandu tidak hanya dituntut memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu berperan sebagai edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, peran kader juga mencakup edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, memperkuat kepedulian sosial, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam berbagai program pemerintah.

Ny. Putri Koster menekankan, pembangunan yang berkualitas selalu berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik.

Karena itu, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai persoalan yang muncul di tingkat keluarga maupun lingkungan.

Ia berharap Bimtek Bina Posyandu dapat meningkatkan pemahaman kader mengenai penyelenggaraan Posyandu enam bidang SPM.

Selain meningkatkan kompetensi, para kader juga didorong memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 diikuti 111 peserta yang seluruhnya merupakan kader Posyandu dari Kabupaten Jembrana.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kader mengenai Posyandu enam bidang SPM sebagai dasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Tim Pembina Posyandu Denpasar Ikuti Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

Bimtek juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan bidang layanan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara kader Posyandu dengan pemerintah desa, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dengan penguatan tersebut, pelayanan dasar kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung secara berkualitas, merata, dan berkelanjutan.

Bimtek Bina Posyandu juga diarahkan untuk mengoptimalkan peran Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas kader, Posyandu diharapkan mampu menjalankan fungsi pelayanan masyarakat secara lebih adaptif sesuai perkembangan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Bimtek Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2026.

Menutup arahannya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkaya wawasan dan berbagi pengalaman.

Ilmu dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga Posyandu benar-benar mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat.

“Dengan kader yang memiliki kapasitas dan semangat pengabdian, kita berharap Posyandu dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Transformasi Posyandu tersebut diharapkan semakin memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan dasar sekaligus penggerak pembangunan masyarakat dari tingkat keluarga hingga desa.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here