Perkuat Pembangunan Sekala-Niskala, Pemprov Bali Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih

0
29
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali melaksanakan persembahyangan dan Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih dalam rangka HUT ke-68 Provinsi Bali, (12/8). (HmsProv.)

KARANGASEM, KEN-KENKHABARE – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali meneguhkan kembali komitmen pembangunan yang berlandaskan keseimbangan sekala dan niskala.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8/2026).

Persembahyangan dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, Rahina Buda Umanis Tambir.

Baca Juga:  Seluruh Fraksi Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Wawali Arya Wibawa: Wujud Sinergitas Percepatan Pembangunan Denpasar

Ngaturang Pekeling menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali sekaligus momentum untuk memohon kerahayuan, keselamatan, kelancaran, dan tuntunan dalam menjalankan pemerintahan serta pembangunan Bali.

Pelaksanaan persembahyangan di Pura Agung Besakih memiliki makna penting dalam arah pembangunan Bali yang tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga menempatkan nilai spiritual sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Melalui persembahyangan tersebut, Gubernur Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta memohon agar seluruh upaya pembangunan Bali senantiasa memperoleh restu dan tuntunan.

Keseimbangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Momentum HUT ke-68 Provinsi Bali juga menjadi ruang refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen menjaga arah pembangunan agar tetap selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

Pembangunan tidak semata diukur dari capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga jati diri, kesucian, lingkungan, kebudayaan, serta keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Baca Juga:  Libatkan 13 Negara, Gubernur Koster Buka Kompetisi Keamanan Siber Internasional C2C-CTF 2026

Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu di Bali menjadi tempat yang strategis untuk meneguhkan kembali nilai-nilai tersebut.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Rangkaian persembahyangan dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan.

Seluruh rangkaian Ngaturang Pekeling berlangsung dengan khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa berada dalam keadaan rahayu, aman, damai, dan harmonis.

Melalui peringatan HUT ke-68, Pemerintah Provinsi Bali meneguhkan kembali semangat untuk melanjutkan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan sekala dan niskala.

Pembangunan Bali ke depan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berjalan beriringan dengan pelestarian alam, kebudayaan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali.

Dengan demikian, kemajuan yang dicapai tidak hanya memberikan manfaat bagi generasi saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here